Analisis Ketahanan Pangan di Kawasan Timur Indonesia Tahun 2024
Yuni Rahmawati, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan wilayah, sebagaimana tercermin dalam Tujuan Kedua Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Kawasan Timur Indonesia (KTI) menghadapi berbagai tantangan struktural, geografis, sosial dan ekonomi yang menyebabkan ketahanan pangan di wilayah ini masih tertinggal dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI), baik dari aspek ketersediaan, keterjangkauan, maupun pemanfaatan pangan. Meskipun berbagai studi telah dilakukan, kajian yang secara khusus menganalisis keterkaitan antara produktivitas padi, variabel ekonomi, dan sosial dengan ketahanan pangan di KTI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produktivitas padi, persentase penduduk miskin, pangsa pengeluaran pangan, dan rata-rata lama sekolah terhadap ketahanan pangan di KTI pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner dengan pendekatan data cross-section dari 232 kabupaten/kota di KTI. Variabel dependen diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu IKP di atas rata-rata nasional dan di bawah rata-rata nasional tahun 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Sebaliknya, persentase penduduk miskin dan pangsa pengeluaran pangan berpengaruh negatif terhadap ketahanan pangan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan kondisi sosial dan ekonomi dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di KTI.
Food security is a strategic issue in regional development, as reflected in the Second Sustainable Development Goal (SDG), Zero Hunger. Eastern Indonesia (KTI) faces structural, geographical, social, and economic challenges, resulting in lower food security compared to Western Indonesia (KBI) in terms of food availability, accessibility, and utilization. Despite several studies, research specifically examining the relationship between rice productivity, economic, and social variables and food security in KTI remains limited. This study analyzes the influence of rice productivity, poverty rate, food expenditure share, and mean years of schooling on food security for KTI in 2024. The analysis employs binary logistic regression with cross-sectional data from 232 districts/municipalities. The dependent variable is classified into two categories, with Food Security Index (IKP) either above or below the national average. The results indicate that rice productivity positively and significantly affects food security, whereas poverty rate and food expenditure share have negative effects. These findings emphasize the importance of enhancing agricultural productivity and strengthening social and economic conditions to achieve sustainable food security in KTI.
Kata Kunci : Kawasan Timur Indonesia, Ketahanan Pangan, Kemiskinan, Pangsa Pengeluaran Pangan, Pendidikan, dan Produktivitas Padi.