Evaluasi manajemen obat di Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Ternate Tahun 2003
ALBAAR, Ruwaida, Dra. Dwi Pudjaningsih, M.Kes.,Apt
2004 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan dasar di puskesmas. Oleh karena itu, maka pengelolaan obat yang efisien dan efektif sangatlah diperlukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Atas dasar itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi keseluruhan tahap manajemen obat di puskesmas Dinas Kesehatan Kota Ternate. Penelitian ini dilakukan mengikuti rancangan penelitian deksriptif evaluatif bersifat retrospektif dan prospektif terhadap manajemen obat yang diukur dengan menggunakan indikator pengelolaan obat menurut Depkes RI (2003) dan Pudjaningsih (1996) Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen obat belum efektif dan efisien, yaitu :1) perencanaan, realisasi pemakaian yang lebih besar dari perencanaan 67,13% dan realisasi pemakaian yang lebih kecil dari perencanaan 289,04% dari sebaiknya 100%; 2) penerimaan, kesesuaian obat dengan DOEN 82,50% dari sebaiknya 100%; 3) penyimpanan, kecocokan pada kartu stok 56,55% dari sebaiknya 100%, tingkat ketersediaan obat 22,9 bulan, obat rusak dan kadaluwarsa 5,76% dari sebaiknya 0,36%, waktu kekosongan obat 6,54% dan sistem penataan obat di gudang yang tidak sesuai 10,62% dari yang sebaiknya 0%; 4) penggunaan, kesesuaian dengan pedoman pengobatan untuk ISPA non pneumonia 3,23%, Diare non spesifik 3,38% dan penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat 28,55% dari sebaiknya 100%, penggunaan antibiotik untuk ISPA non pneumonia 96,76%, Diare non spesifik 96,61% dan penggunaan injeksi untuk penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat 14,01% dari sebaiknya 0%; 5) distribusi, obat yang tidak diresepkan selama 6 bulan 22,66%, waktu pelayanan resep pada pukul 8.00-10.00 untuk obat racikan 13,26 menit dan non racikan 7,02 menit, pukul 10.00-12.00 untuk obat racikan 10,04 menit dan non racikan 5,12 menit dari sebaiknya 15 menit, pemberian obat dengan label yang benar hanya Puskesmas Kalumpang yang hampir sesuai, yaitu 80 %.
Drug, which is one of the most important on basic health service in puskesmas. Therefore, an effective and efficient of drug management is very needed increasing quality of public health service achieved. On behalf of it, it was done a research aimed to evaluate the overall of stages of drug management in puskesmas of Dinas Kesehatan Kota Ternate. The research was conducted by desrcriptive evaluative analysis using retrospective and prospective data concerning drug management, measured by using indicator of drug Management according to Depkes RI (2003) and Pudjaningsih (1996). The result showed that drug Management in puskesmas has not effective and efficient yet, as shown by the following data : 1) Planning, the realization of usage amount was larger than formerly planned (67,13%) and smaller than planned (289,04%) which should be 100%; 2) acceptance, the conformity of total at stock card to National list of essential drugs (DOEN) was 82,50%, which shoud be 100%; 3) storage, the suitability of total at stock card to physical was 56,55% which should be 100%, level of drug avaiability was 22,9 month, presentage of drug decay and expired was 5,76% which sould be 0,36%, drug’s stock out was 6,54% and inappropriate of drug’s arrangement in the warehouse was 10,62% which shoud be 0%; 4) usage, the conformity to standart of treatment for ISPA non pneumonia was 3,23%, Diare non spesifik 3,38% and Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat was 28,55% which should be 100%, usage of antibiotic for ISPA non pneumonia 96,76%, Diare non spesifik 96,61% and usage of injection for Penyakit pada sistem otot dan jaringan pengikat 14,01% which should be 0%; 5) Distribution, unprescribed of drug for 6 months was 22,66%, time service at 8.00 to 10.00 a.m for dispensing was 13,26 minutes and non dispensing was 7,02 minutes, at 10.00 to 12.00 a.m for dispensing 10,04% and non dispensing 5,12 minutes which should 15 minutes, the best usage of drug with proper labelling was only at Puskesmas Kalumpang 80%.
Kata Kunci : Manajemen obat, Puskesmas, Indikator, Drug Management, Puskesmas, Indicator