Klasifikasi Beban Kognitif Berdasarkan Data Eye Tracking Menggunakan Recurrence Plot dan Transfer Learning
Aisha Nabilla Niko Amani, Dr. Eng. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng., IPM. ; Ridwan Wicaksono S.T., M.Eng., Ph.D
2025 | Skripsi | S1 TEKNIK BIOMEDIS
Beban kognitif merupakan indikator penting dalam mengukur kapasitas mental
seseorang saat menjalankan tugas tertentu. Teknologi eye-tracking memungkinkan estimasi beban kognitif secara noninvasif melalui analisis pergerakan mata. Namun, karakteristik sinyal gaze yang satu dimensi dan nonlinier membuatnya sulit dianalisis secara
efektif menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi klasifikasi beban kognitif dengan mentransformasikan sinyal gaze menjadi
citra dua dimensi menggunakan metode Recurrence Plot (RP), sehingga dapat diekstraksi
secara otomatis oleh model Convolutional Neural Network (CNN).
Eksperimen dilakukan menggunakan dataset COLET (COgnitive workLoad esti
mation based on eye-tracking) yang memuat data eye-tracking selama partisipan mengerjakan tugas visual dengan tingkat kompleksitas yang bervariasi. Sinyal gaze horizontal
dan vertikal dikonversi ke dalam citra RP dan diklasifikasikan ke dalam tiga kelas beban kognitif berdasarkan skor NASA-TLX. Empat arsitektur CNN pretrained digunakan,
yaitu InceptionV3, ResNet50, DenseNet121, dan EfficientNetB0. Seluruh model dilatih
dengan skema fine-tuning menyeluruh agar mampu mengenali pola unik dalam citra RP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi RP mampu merepresentasikan
dinamika temporal sinyal secara lebih informatif dan meningkatkan efektivitas klasifikasi. DenseNet121 menunjukkan performa terbaik dan paling stabil, dengan akurasi rata
rata sebesar 90,49% ± 0,35%, terutama ketika dikombinasikan dengan strategi oversampling, dropout, dan early stopping. Selain itu, sinyal gaze horizontal menjadi yang paling
representatif terhadap kondisi beban kognitif dibandingkan sinyal vertikal maupun gabu
ngannya. Eksperimen ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis citra dengan CNN
pretrained memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sistem pemantauan beban
kognitif secara real-time.
Cognitive workload is a crucial indicator for assessing an individual’s mental
capacity when performing specific tasks. Eye-tracking technology enables noninvasive
estimation of cognitive workload by analyzing eye movement patterns. However, the one
dimensional and nonlinear nature of gaze signals makes them difficult to analyze effe
ctively using conventional approaches. This study aims to improve cognitive workload
classification accuracy by transforming gaze signals into two-dimensional images using
the Recurrence Plot (RP) method, allowing feature extraction through Convolutional Ne
ural Networks (CNNs).
Experiments were conducted using the COLET (Cognitive Workload Estimation
Based on Eye-Tracking) dataset, which contains eye-tracking recordings of participants
completing visual search tasks of varying complexity. Horizontal and vertical gaze sig
nals were converted into RP images and classified into three cognitive workload levels
based on NASA-TLX scores. Four pretrained CNN architectures were employed: Incep
tionV3, ResNet50, DenseNet121, and EfficientNetB0. All models were trained using full
f
ine-tuning to adapt to the distinct characteristics of RP images.
The results demonstrate that RP transformation effectively captures the temporal
dynamics of gaze signals in a spatially informative format, enhancing classification performance. DenseNet121 yielded the highest and most stable performance, achieving an
average accuracy of 90.49% ± 0.35%, particularly when combined with oversampling,
dropout, and early stopping strategies. Additionally, horizontal gaze signals proved to be
the most representative of cognitive workload conditions compared to vertical or com
bined signals. These findings highlight the potential of image-based approaches with
pretrained CNNs for real-time cognitive workload monitoring systems.
Kata Kunci : Eye-Tracking, Cognitive Workload, Recurrence Plot, Convolutional Neural Network, Transfer Learning