Korelasi antara umur tegakan pinus (Pinus merkusii) dengan nilai spektralnya pada citra digital landsat 7 ETM+ di bagian hutan Magelang dan Ambarawa KPH Kedu Utara Jawa Tengah
Dwi Indriastuti, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Sigit Heru Murti, S.Si, M.Si.
2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPinus (Pinus merkusii) merupakan salah satu jenis vegetasi berkayu dari famili Pinacceae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. KPH Kedu Utara adalah salah satu kawasan hutan yang oleh Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah di tetapkan sebagai kelas perusahaan pinus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi antara umur tegakan pinus dengan nilai spektralnya pada citra digital Landsat ETM+ dan memilih jenis saluran tunggal atau transformasi citra digital yang sesuai untuk merepresentasikan variasi umur tegakan pinus. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh yang di lengkapi dengan cek lapangan. Pemilihan sampel menggunakan teknik stratified sampling yang didasarkan pada tingkat umur tegakan pinus. Sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat 7 ETM+ path/row 120/65, perekaman 6 September 2002 dan 21 Agustus 2002 level IG dan data umur tegakan pinus dari Perhutani KPH Kedu Utara. Analisis data menggunakan analisis statistik korelasi metode Bivariate dan regresi linier untuk mengetahui besarnya nilai koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (r) dan nilai signifikansi untuk uji hipotesis. Persamaan regresi untuk algoritma pengubahan citra agihan umur dipilih dari saluran tunggal citra digital Landsat ETM+ atau citra hasil transformasi yang mempunyai nilai koefisien korelasi paling tinggi dan signifikan (<0,05). Variabel statistik terdiri dari variabel bebas X dalam hal ini umur tegakan pinus (tahun) dan Y sebagai variabel terikat adalah nilai spektral pada saluran 1, 2, 3, 4, 5, 7, citra hasil transformasi NDVI, RVL, VIF, Penisbahan I, Penisbahan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara umur tegakan pinus dengan kerapatan kanopi dikeseluruhan menghasilkan koefisien korelasi r = 0,660, koefisien determinasir r2=0,436 dan nilai signifikansi 0,001 sehingga hipotesis semakin tua umur tegakan pinus maka semakin tinggi kerapatannya terbukti atau diterima. Persamaan regresi yang di hasilkan adalah Y = 0,4925X + 3,5406 untuk kemudian diubah menjadi persamaan X = Y-3,5406/0,4925, persamaan ini digunakan sebagai algoritma untuk membuat peta agihan umur. Umur tegakan pinus dikelompokkan dalam 8 kelas umur sesuai untuk menggambarkan variasi umur di daerah penelitian.
Kata Kunci : Pinus, Landsat ETM+, umur, korelasi,Magelang,Ambarawa,Jawa Tengah