Pemanfaatan citra landsat 7 ETM+ dan sistem informasi geografi untuk kajian kerusakan lahan di sebagian DAS Widas kabupaten Nganjuk
Dwi Hendrawati, Drs. Sudaryatno, M.Si.; Sigit Heru Murti B.S., Si.Si., M.Si.
2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTingkat dan distribusi kerusakan lahan perlu penting untuk diketahui dalam pengelolaan DAS, karena terkait dengan prioritas dan rehabilitasi lahan. Penelitian ini dilakukan di sebagian daerah aliran sungai (DAS) Widas, Kabupaten Nganjuk Propinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui peranan penginderaan jauh dan SIG untuk identifikasi kerusakan lahan ditinjau dari aspek erosi dan koefisien aliran permukaan, 2) mengetahui agihan dan tingkat kerusakan lahan di daerah penelitian, dan 3) memberi rekomendasi untuk penanganan kerusakan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengnan teknik interpretasi Citra Landsat 7 ETM+ dengan kerja lapangan dan analisis laboratorium. Pengumpulan, pengolahan, analisis data dilakukan dengan SIG. Parameter yang digunakan dalam kajian kerusakan lahan ini adalah tingkat bahaya erosi dan aliran permukaan. Perhitungan tingkat bahaya erosi menggunakan rumus USLE dan besarnya koefisien aliran permukaan dihitung dengan metode Cook, Tingkat kerusakan lahan diperoleh dari skoring antara tingkat bahaya erosi dengan koefisien aliran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) ketelitian interpretasi penggunaan lahan adalah 84,37%, ketelitian infiltrasi tanah adalah 78,9, ketelitian kerapatan alur adalah 100%, dan ketelitian tutupan vegetasi adalah 90,06%. 2) Pada daerah penelitian ada empat tingkat kerusakan lahan yaitu lahan tidak rusak seluas 35.832,971Ha (43,02%), lahan rusak ringan seluas 22.256,688 Ha (26,72%), lahan rusak sedang dengan luas 12.704,017 Ha (15,25%), dan lahan rusak berat seluas 12.476,331 HA (14.98%), berada lereng tengah volkan dan sebagian lereng atas volkan. 3) Rekomendasi yang disarankan untuk lahan dengan rusak sedang sampai berat adalah secara vegetatif dan mekanik.
-
Kata Kunci : Penginderaan Jauh, SIG, Kerusakan lahan,Nganjuk,Jawa Timur