Laporkan Masalah

Studi komparasi tiga algoritma klasifikasi digital untuk pemetaan penutup lahan dengan menggunakan citra landsat 7 ETM+ di sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta

Eka Kurniawan, Dr. Hartono, DEA., DESS., Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.

2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Studi komparasi tiga algoritma klasifikasi digital untuk pemetaan penutup lahan dengan menggunakan citra Landsat 7 ETM memiliki tujuan utama yakni untuk mengetahui algoritma terbaik untuk pemetaan penutup lahan dan mendeskripsikan kemampuan masing-masing algoritma dalam pemetaan penutup lahan. Pada awalnya algoritma klasifikasi digital Maximum Likelihood diperuntukan untuk citra digital multispektral Seiring berjalannya waktu berkembanglah citra hiperspektral beserta metode klasifikasi digital Spectral Angle Mapper yang didesain khusus untuk citra hiperspektral pula. Selain daripada itu berkembang pula penggunaan algoritma Artificial Neural Network yang diperuntukan untuk klasifikasi digital. Namun di sisi lain citra hiperspektral relatif lebih mahal dan lebih sulit diperoleh oleh sebab itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk membandingkan ketiga algoritma tersebut dengan menggunakan citra digital multispektral. Penelitian ini berbasiskan algoritma Maximum Likelihood, algoritma berbasis statistikal yang paling mapan dan sering disebut memiliki akurasi hasil yang sangat baik. Daerah contoh sebagai masukan dalam proses klasifikasi digital diperoleh melalui interpretasi visual citra komposit Landsat 7 ETM+ dengan memperhatikan kurva distribusi, pengelompokan pada ruang spektral dan nilai separabilitas antara daerah contoh. Daerah contoh kemudian diterapkan pada tiga algoritma berbeda, hasil klasifikasi tiap algoritma dianalisis dan diperbandingkan berdasarkan fungsi, proses penerapan algoritma, waktu perhitungan algoritma, akurasi peta penutup lahan dan kemampuan dalam pemetaan masing-masing kelas penutup lahan. Dari studi komparasi yang dilakukan diketahui bahwa, 1)algoritma Maximum Likelihood menjadi algoritma yang terbaik, 2)algoritma Spectral Angle Mapper memiliki kemampuan pemetaan penutup lahan sedang namun memiliki proses perhitungan tercepat dan 3)algoritma Artificial Neural Network memiliki kemampuan pemetaan penutup lahan buruk dengan proses perhitungan lama.

-

Kata Kunci : klasifikasi, algoritma, citra, komparasi,DIY

  1. S1-2006-140415-Astract.pdf  
  2. S1-2006-140415-Bibliography.pdf  
  3. S1-2006-140415-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-140415-Title.pdf