Evaluasi penatalaksanaan terapi keracunan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta :: Periode Januari 2001 sampai dengan Desember 2002
INDARTO, Nurlaila, Dr. Imono Argo Donatus, SU.,Apt
2004 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPenelitian tentang evaluasi penatalaksanaan terapi keracunan di Rumah Sakit Panti Rapih selama periode Januari 2001 sampai dengan Desember 2002 dilakukan untuk mengetahui penatalaksanaan terapi keracunan sudah mengikuti tatalaksana terapi keracunan yang tepat dan untuk mengetahui berapa persenkah keberhasilan terapinya. Hasil penelitian diharapkan akan memberi masukan bagi Rumah Sakit Panti Rapih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif observasional yang termasuk dalam kategori laporan seri kasus dengan metode retrospektif. Subyek penelitian nya adalah pasien keracunan rawat inap di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta pada periode Januari 2001 sampai dengan Desember 2002. Jumlah pasien keracunan rawat inap yang mendapat pertolongan sebanyak 122 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah rekam medik pasien keracunan. Data yang dikumpulkan berupa; jumlah kasus dengan penyebab keracunannya, katagori keracunannya, tindakan awal yang dilakukan, gejala klinis yang muncul, parameter pemeriksaan laboratorium dan terapi yang diberikan, sembuh dan kematian. Hasil yang didapat, kemudian dianalisis secara deskriptif yaitu data disajikan dengan apa adanya. Dihitung berapa persen dari masingmasing sub kelompok terhadap masing-masing kelompok dan juga terhadap jumlah keseluruhan. Penatalaksanaan terapi keracunan di rumah sakit Panti Rapih dilihat dari kesembuhan dan pasien yang hidup dikatakan sudah memadai. Jumlah total pasien yang mengalami kesembuhan sebanyak 116 orang (98,31%), dinyatakan sudah boleh pulang sebanyak 89 orang (75,42%), dan yang meninggal dunia 2 orang (1,70%). Tetapi apabila dilihat dari penatalaksanaan awal, data laboratorium, dan terapi antidotnya, penatalaksanaan terapi kercunan masih perlu ditingkatkan lagi. Dan bagi Rumah Sakit Panti Rapih, perlu mempunyai pedoman penatalaksanaan keracunan untuk meningkatkan kinerja penatalaksanaan keracunan.
A study on poisoning management was performed in Panti Rapih Hospital, Yogyakarta during the period of January 2001 until December 2002, to investigate whether the implementation of the management has already been conducted properly, and to asses the percentage of the successful therapy in the hospital. The present study was conducted using a descriptive observational design which includes the case series reports by a retrospective method. The subjects of the study were 122 poisoning-hospitalized patients in the hospital. Data were collected based on patient medical records such as the number of poisoning cases including the cause, the initial treatments, the characteristic of the clinical sign, the laboratory assessment, the advanced treatments, healing or recovery, and death. Subsequently, the results were descriptively analized by examining the raw data. The data were calculated as the percentage of the sub groups towards the total subjects. The results showed that the poisoning management in the Panti Rapih Hospital was adequately performed. The number of the patients that was recovered from poisoning was 116 patients (98.31%), where 89 patients (75.42%) were allowed to go home. It was reported that 2 patients (1.70%) were passed away. However, from the viewpoints of initial treatment, laboratory assessment, and poisoning therapy, the poisoning management needs to be improved. In addition, the present study suggests that the Panti Rapih Hospital should also have standard guidelines of poisoning management
Kata Kunci : Terapi Keracunan,Penatalaksanaan