PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI KAMPUNG COKRODIRJAN KOTA YOGYAKARTA
Safira Zata Yumni, Dr. Djaka Marwasta, S.Si, M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Pembangunan Rusunawa di Kota
Yogyakarta pertama kali dilakukan di Kampung Cokrodirjan, Bantaran Sungai Code
pada tahun 2004 untuk menyelesaikan masalah permintaan kebutuhan hunian yang
utamanya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat Kampung Cokrodirjan yang tinggal di sekitar
rusunawa turut merasakan dampak dari keberadaan rusunawa, baik secara positif
dan negatif. Persepsi
publik dari masyarakat sekitar di wilayah yang dilakukan pembangunan merupakan
salah satu faktor yang dianggap paling krusial dalam mengukur penerimaan publik
terhadap suatu proyek pembangunan. Kondisi yang dipersepsikan masyarakat dari keberadaan Rusunawa
Cokrodirjan dapat seragam dan berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan
kondisi sosial ekonomi, interaksi lingkungan, serta pengalaman beragam yang
diterima oleh masing-masing masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk 1) mengkaji karakteristik masyarakat luar rusunawa yang tinggal
di Kampung Cokrodirjan, 2) mengkaji persepsi masyarakat terhadap keberadaan Rusunawa Cokrodirjan; 3) menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dengan
persepsi masyarakat tentang keberadaan rusunawa.
Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif deskriptif. Pengambilan
sampel penelitian masyarakat Kampung Cokrodirjan dipilih dengan metode proporsional
random sampling pada setiap RW yang menghasilkan jumlah sampel sebesar 62
masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan analisis persentase untuk mengkaji karakteristik
masyarakat, skoring untuk menilai persepsi masyarakat, serta tabulasi silang
dan uji statistik Spearman’s rank untuk melihat hubungan antar
variabel.
Hasil penelitian menunjukkan
sebagian besar responden sudah tinggal di Kampung Cokrodirjan sejak sebelum
dibangun rusunawa (? 21 tahun), berusia 45-60 tahun, tamatan SMA/sederajat,
bekerja sebagai wiraswasta/pedagang, mayoritas pendapatan anggota rumah tangga
berada di bawah UMR ? Rp2.500.000 per bulan, dan tinggal pada jarak ?50 meter
dari rusunawa. Berdasarkan skor jawaban responden, nilai persepsi masyarakat
luar rusunawa terhadap keberadaan rusunawa mayoritas berada pada kategori cukup
baik pada aspek sosial, serta baik pada aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Karakteristik
masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi masyarakat terhadap
keberadaan rusunawa, dengan nilai koefisien
korelasi berada pada rentang kekuatan lemah hingga sedang.
The construction of Rusunawa in the city of Yogyakarta
was first built in Cokrodirjan Village, Code Riverside, in 2004 to meet the
demand for housing needs primarily intended for low-income communities. The
people of Cokrodirjan Village who live around the Rusunawa also feel the impact
of the existence of Rusunawa, both positively and negatively. The public
perception of the local community in the area where development is carried out,
in this case, is considered one of the most crucial factors in measuring public
acceptance of a development project. The conditions perceived by the community
from the existence of Rusunawa Cokrodirjan can be uniform and different because
differences influence them in socio-economic conditions, environmental
interactions, and diverse experiences received by each community. Therefore,
this study aims to 1) determine the characteristics of the community outside
the Rusunawa who live in Cokrodirjan Village, 2) determine the community's
perception of the existence of Rusunawa Cokrodirjan; 3) analyze the
relationship between community characteristics and community perceptions of the
impact of the existence of Rusunawa.
This study uses a descriptive quantitative method. The
sampling of this research was selected using the proportional random sampling
method, which resulted in a sample size of 62 people. Data collection in this
study was carried out using interviews, observation, and documentation methods.
Data analysis was carried out using percentage analysis to examine community
characteristics, scoring to assess community perceptions, and cross-tabulation
and Spearman's rank statistical tests to see the relationship between
variables.
The results of the study showed that most respondents
had lived in Kampung Cokrodirjan since before the rusunawa was built (?21
years), aged 45-60 years, high school graduates/equivalent, working as
entrepreneurs/traders, the majority of household members' incomes were below
the UMR ? Rp2,500,000 per month, and lived at a distance of ?25-50 meters
from the rusunawa. Based on the respondents' answer scores, the perception of
the community outside the Rusunawa regarding the existence of the Rusunawa was
mostly quite good in social aspects, as well as good in economic and
environmental aspects. Community characteristics have a significant influence
on community's perception of the Rusunawa existence, with coefficient values
??relating to a range of weak to moderate strength.
Kata Kunci : Persepsi masyarakat, Rusunawa, Cokrodirjan