Laporkan Masalah

Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dalam analisis pengaruh pertumbuhan kawasan perumahan terhadap perkembangan fisik kota (kasus di kawasan perkotaan Yogyakarta bagian utara)

Erawati, Drs. Zuharnen, M.S.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Pertumbuhan kawasan perumahan di pinggiran kota sangat pesat sebagai akibat tingginya tingkat urbanisasi di Kota Yogyakarta. Selain kawasan perumahan, di pingiran kota khususnya Yogyakarta Bagian Utara dan sepanjang jalan utama terlihat juga banyaknya perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi non pertanian. Hal ini menyebabkan wilayah perkotaan Yogyakarta semakin luas melebihi batas administrasi. Untuk menganalisa pengaruh pertumbuhan kawasan perumahan terhadap perkembangan fisik kota dari tahun 1987-2003 dapat dilakukan dengan cara pengamatan teresterial, namun memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang besar agar data yang diperoleh lebih akurat sehingga diperlukan cara lain yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 dan skala 1: 11.000 sebagai sumber data untuk mengidentifikasi kawasan perumahan dan memantau perubahan penggunaan lahan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan kawasan perumahan terhadap perkembangan fisik kota Perkotaan Yogyakarta Bagian Utara dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG). Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penginderaan jauh dengan teknik interpretasi foto udara melalui landscape approach, dan analisanya multi waktu. Dalam hal ini digunakan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 tahun pemotretan 2000 dan skala 1: 11.000 tahun 1987. Klasifikasi yang digunakan merupakan sistem klasifikasi yang dibuat oleh Sutanto dengan modifikasi (1981). Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 tahun pemotretan 2000 dan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 11.000 dapat digunakan dalam identifikasi kawasan perumahan dan memantau perubahan penggunaan lahan dengan tingkat ketelitian 87,3% untuk parameter penggunaan lahan. Selain itu diketahui bahwa dari tahun 1987 sampai 2003 telah dibangun 41 lokasi perumahan. Selain itu perkembangan fisik kota yang terjadi dari tahun 1987 sampai 2003 adalah perubahan penggunaan lahan kebun menjadi fisik kota seluas 24,328 ha, tegalan menjadi fisik kota seluas 3,202 ha sawah menjadi fisik kota seluas 45,323 ha, lahan kosong menjadi fisik kota seluas 2,062 ha lapangan olah raga menjadi fisik kota seluas 0,913 ha. Pesatnya pertumbuhan kawasan perumahan mempengaruhi perkembangan fisik kota. Pertumbuhan kawasan perumahan menyebabkan adanya perubahan penggunaan lahan dan perluasan fisik kota, selain itu juga menyebabkan pertumbuhan perumahan baru di sekitar perumahan yang sudah ada serta daerah perkotaan menjadi lebih kompak.

Growth of the housing area in urban fringe is so rapid as an effect of urban high urbanization in Yogyakarta. In addition to the housing area, in fringe specially North Yogyakarta and all along the primary road is seen that many changes of landuse from agriculture land to non agriculture land. Such a thing cause urban area is wider than administrative boundary. In order to analyze the growth influence of housing area to city physical development from 1987 2003 can be done with terestrial observation, however need large cost, time and energy. In order to get the accurate data until needed the other way to be better. The research is used to know ability black and white panchromatic aerial photograph interpretation at scale 1:20.000and 1:11.000 as data source to identity the housing area and observe change of land use. Mean while, the research intends to analyze the development inference housing area to development of physcal city ini North Yogyakarta with Geographic Information System (GIS). The method applied in this research is remote sensing method with aerial photograph interpretation technique by using "landscape approach", and its analyze use multi temporal. In this case is used black and white panchromatic aerial photographic at scale 1: 20.000 in 2000 and at scale 1:11.000 in 1987. This research use classification system is made by Sutanto with modified (1981). Based on the research get the result that black and white panchromatic aerial photographic at scale 1: 20.000 and at scale 1:11.000 can be used to identity housing area and observe change of land use with accurateness 87,3% for land use parameter Growth of the housing area from 1987-2003 is 41 location. City physical development from 1987-2003 is change from plantation be city physical is 24.328 ha, dry field be city physical is 3,202 ha, wet rice field be city physical is 45,323 ha, useless land be city physical is 2,062, sport land be city physical is 0,913 ha. Rapid development of housing area influence physical city development. Development of housing area cause a change of land use and physical city expantion, mean while, cause development of housing area around the housing that has been there and urban area be more conpact.

Kata Kunci : Penginderaan jauh,sistem informasi geografis,Perkembangan fisik kota,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2004-112109-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-112109-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-112109-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-112109-Title.pdf