Laporkan Masalah

Penentuan prioritas penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman melalui pemanfaatan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis di kecamatan Semarang Timur, Gayamsari dan Pedurungan kota Semarang

Dwi Ratnaningrum, Prof. Dr. Dulbahri; Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Semarang Timur, Gyamasari, dan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui tingkat ketelitian interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 10.000 sebagai sumber data untuk menyadap parameter pada penentuan tingkat kenyamanan di daerah permukiman, (2) Menentukan daerah-daerah prioritas penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman berdasarkan tingkat kenyamanan melalui integrasi teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan interpretasi foto udara untuk menyadap data kepadatan bangunan, kerapatan liputan vegetasi, kawasan industri, kawasan perdagangan, dan jaringan jalan utama, untuk mengetahui tingkat kenyamanan berdasarkan foto udara. Data suhu udara dan kelembaban relatif diperoleh melalui pengukuran lapangan dititik sampel untuk mendapatkan nilai indeks kenyamanan berdasarkan temperature humidity index (THI) yang selanjutnya digunakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan berdasarkan THI. Metode yang digunakan untuk penentuan titik sampel adalah stratified proportional sampling. Analisa terhadap tingkat kenyamanan berdasarkan foto udara dan berdasarkan THI kemudian dijadikan dasar pembuatan matrik dalam tahapan rekomendasi penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman. Tingkat ketelitian interpretasi penggunaan lahan adalah 84,54%, parameter kepadatan bangunan adalah 86,47% dan untuk parameter kerapatan liputan vegetasi adalah 83,82%. Analisa terhadap peta tingkat kenyamanan berdasarkan foto udara dan berdasarkan THI diketahui bahwa pada umumnya daerah permukiman di daerah penelitian terdapat 2 kelas kenyamanan yaitu sangat tidak nyaman dan tidak nyaman. Hasil analisa terhadap kedua peta tersebut serta dengan menggunakan matrik rekomendasi penataan ruang terbuka hijau diketahui bahwa sebagian besar daerah permukiman termasuk daerah prioritas II dengan luasan 649,1 ha atau 50,57% dari luas keseluruhan daerah permukiman. Untuk daerah permukiman prioritas I adalah 284,3 ha (22,14%), daerah permukiman prioritas III adalah 244 ha (19%), dan untuk daerah permukiman yang tidak diprioritaskan adalah 106,4 ha (8,29%). Sebaran daerah prioritas penataan ruang terbuka hijau yaitu prioritas I pada umumnya terletak di daerah pusat kota dan sekitarnya (Kecamatan Semarang Timur), daerah permukiman prioritas II dan III pada umumnya terletak di Kecamatan Gayamsari dan sebagian Kecamatan Pedurungan bagian tengah, dan untuk daerah permukiman yang tidak diprioritaskan terletak di Kecamatan Pedurungan bagian pinggiran.

-

Kata Kunci : Penataan ruang terbuka hijau, foto udara,sistem informasi geografis,Permukiman,Semarang,gayamsari,Pedurungan,Jawa Tengah

  1. S1-2004-115411-abstract.pdf  
  2. S1-2004-115411-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115411-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-115411-Title.pdf