PEMETAAN PERUBAHAN LUAS HUTAN MANGROVE DI PESISIR GRESIK MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A DENGAN MANGROVE VEGETATION INDEKS DARI TAHUN 2020 SAMPAI 2024
Anisa Rhyan Kiranti, Ir. Erlyna Nour Arrofiqoh, S.T., M.Eng
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI SURVEI DAN PEMETAAN DASAR
Kabupaten Gresik
merupakan salah satu kawasan mangrove yang terluas di Jawa Timur. Hutan mangrove
merupakan ekosistem yang berperan dalam bidang ekologis untuk menjaga
keseimbangan ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran untuk meredam gelombang, mencegah abrasi, dan
mendukung kehidupan biota air. Namun, keberadaannya terancam oleh konversi
lahan, abrasi, deforestasi, dan aktivitas manusia lainnya. Perubahan luas mangrove
dapat berdampak pada emisi karbon dan kestabilan ekosistem pesisir. Di
Kabupaten Gresik, perubahan garis pantai serta perubahan luas mangrove
terjadi akibat abrasi dan akresi dari tahun 2016 sampai dengan 2019. Pada tahun
2020 salah satu kawasan mangrove di Kabupaten Gresik ditetapkan sebagai
Kawasan Ekosistem Esensial. Penetapan kawasan mangrove sebagai Kawasan
Ekosistem Esensial serta adanya perubahan yang terjadi memerlukan adanya
pemetaan, agar dinamika perubahan dapat terpantau dan digunakan dalam
perencanaan konservasi lanjutan.
Pemanfaatan teknologi pengindraan jauh memungkinkan pemantauan
perubahan tutupan lahan secara efektif dan efisien. Salah satu indeks yang digunakan
adalah Mangrove Vegetation Index (MVI) untuk mengekstraksi mangrove
dengan lebih sederhana. Meskipun efektif untuk mangrove, indeks ini
memiliki keterbatasan dalam membedakan wilayah non-mangrove seperti
tambak. Indeks Soil
Adjusted Vegetation Indeks (SAVI)
digunakan sebagai pelengkap untuk mengurangi kesalahan klasifikasi. SAVI merupakan
indeks yang dirancang untuk mengurangi pengaruh latar tanah terhadap nilai
indeks vegetasi, terutama pada area dengan tingkat tutupan vegetasi yang
rendah. Nilai ambang batas pada MVI 3,5-16,5 untuk kelas mangrove dan
pada SAVI menggunakan nilai ambang batas >0,66. Pengolahan Citra dilakukan
dengan menggunakan Google Earth Engine. Data yang digunakan adalah citra
Sentinel 2A, tutupan lahan mangrove 2023, data batas administrasi
Kabupaten Gresik 2023. Serta uji akurasi menggunakan data referensi dari Google
Earth.
Hasil
analisis menunjukkan perubahan luas yang fluktuatif di Kabupaten Gresik, Jawa
Timur dari tahun 2020 sampai dengan 2024. Pada tahun 2020 luas mangrove
tercatat sebesar 2.221,800 ha. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan luasan
menjadi 2.266,716 ha. Tren peningkatan ini berlanjut hingga mencapai puncaknya
pada 2022 dengan total luas sebesar 2.532,829 hektar. Tahun 2023 luas mangrove
menurun menjadi 2.294,484 ha dan kembali menurun hingga mencapai 2.163,384
hektar pada tahun 2024. Uji akurasi hasil klasifikasi mangrove
menunjukkan hasil yang cukup baik dengan akurasi keseluruhan 86,11% sampai
90,28%.
Gresik Regency has
one of the largest mangrove areas in East Java. Mangrove forests play an
ecological role in maintaining the balance of coastal ecosystems. Mangroves
play a role in dampening waves, preventing abrasion, and supporting aquatic
life. However, their existence is threatened by land conversion, abrasion,
deforestation, and other human activities. Changes in mangrove area can impact
carbon emissions and the stability of coastal ecosystems. In Gresik Regency,
shoreline changes and changes in the mangrove area occurred due to abrasion and
accretion from 2016 to 2019. In 2020, one mangrove area in Gresik Regency was
designated an Essential Ecosystem Area. The designation of a mangrove area as
an Essential Ecosystem Area and the changes that occur require mapping to
monitor the dynamics of change and use them in further conservation planning.
Remote sensing technology allowed efficient monitoring of land cover change. The Mangrove Vegetation Index (MVI) helped extract mangroves, but it struggled to distinguish non-mangrove areas such as ponds. The Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) complemented MVI by reducing classification errors. SAVI reduced soil background influence on vegetation index values, especially where vegetation cover was low. The threshold for MVI was 3.5-16.5 for mangroves, while SAVI used a threshold >0.66. Image processing was conducted using Google Earth Engine. Data sources included Sentinel-2A imagery, 2023 mangrove land cover, and 2023 Gresik Regency boundary data. Accuracy was tested with reference data from Google Earth.
The analysis shows fluctuating changes in area in Gresik Regency, East Java, from 2020 to 2024. In 2020, the mangrove area was 2,221.800 hectares. In 2021, the area increased to 2,266.716 hectares. This upward trend continued. It peaked in 2022, reaching 2,532.829 hectares. In 2023, the area decreased to 2,294.484 hectares, and fell further to 2,163.384 hectares in 2024. The accuracy test of the mangrove classification had overall accuracy rates from 86.11% to 90.28%.
Kata Kunci : Mangrove, Sentinel 2A, MVI, Gresik, Multi-temporal