Evaluasi Dampak Kebijakan Quantitative Easing Bank Indonesia dalam Mempengaruhi Pertumbuhan Pinjaman Sektor Perbankan pada Periode Krisis Ekonomi: Studi dengan Pendekatan Model Data Panel Dinamis
Yosafat Brilyarta Dimas Adi Pratama, Dosen Pembimbing: Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian
ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dampak kebijakan quantitative easing
Bank Indonesia terhadap pertumbuhan kredit sektor perbankan di Indonesia.
Paparan kebijakan quantitative easing terhadap sektor perbankan diukur
menggunakan rasio aset likuid, mengikuti pendekatan yang digunakan oleh Bowman
dkk. (2015). Sampel penelitian terdiri atas 40 bank umum di Indonesia dengan
periode kuartalan mulai dari kuartal pertama 2018 hingga kuartal keempat 2024.
Analisis dilakukan menggunakan model data panel dinamis dengan metode estimasi two-step
system Generalized Method of Moments (GMM) sebagaimana dikembangkan oleh
Arellano & Bover (1995) dan Blundell & Bond (1998), yang mampu
mengatasi masalah endogenitas serta efek dinamis dalam data panel.
Hasil
estimasi empiris menunjukkan bahwa peningkatan likuiditas perbankan secara
signifikan mendorong pertumbuhan kredit, khususnya selama periode implementasi
kebijakan. Pengaruh yang signifikan tersebut terutama terjadi pada periode
kuartal akhir menjelang berakhirnya program kebijakan. Selanjutnya, temuan ini
juga menunjukkan bahwa likuiditas bank memiliki pengaruh yang lebih besar
selama periode kebijakan dibandingkan dengan periode lainnya. Temuan empiris
ini konsisten dengan literatur mengenai bank lending channel dan
sekaligus memberikan kontribusi tambahan terhadap bukti empiris mengenai peran
intervensi likuiditas dari bank sentral pada kondisi krisis.
Secara
keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan quantitative easing
Bank Indonesia efektif dalam mendorong pertumbuhan kredit sektor perbankan
melalui peningkatan rasio likuiditas bank. Hasil penelitian sekaligus
memberikan wawasan yang penting bagi pembuat kebijakan dalam merancang
intervensi kebijakan moneter untuk mendorong ekspansi kredit.
This
study aims to evaluate the impact of Bank Indonesia’s quantitative easing
policy on the loan growth of the banking sector in Indonesia. The exposure of
the quantitative easing policy to the banking sector is measured using the
liquid asset ratio, following the approach employed by Bowman et al. (2015).
The research sample consists of 40 commercial banks in Indonesia, covering a
quarterly period from the first quarter of 2018 to the fourth quarter of 2024.
The analysis is conducted using a dynamic panel data model with the two-step
system Generalized Method of Moments (GMM) estimation, as developed by Arellano
& Bover (1995) and Blundell & Bond (1998), which effectively addresses
endogeneity issues as well as dynamic effects in panel data.
Empirical
estimation results indicate that increases in bank liquidity significantly
promote loan growth, particularly during the policy implementation period. This
significant effect is most pronounced in the final quarters leading up to the
conclusion of the policy program. Furthermore, the findings show that bank
liquidity has a greater impact during the policy period compared to other
periods. These empirical results are consistent with the literature on the bank
lending channel and simultaneously provide additional evidence regarding the
role of central bank liquidity interventions during crisis conditions.
Overall, this study concludes that Bank Indonesia’s quantitative easing policy is effective in promoting loan growth in the banking sector through increases in banks’ liquidity ratios. The findings also provide important insights for policymakers in designing monetary policy interventions aimed at supporting credit expansion.
Kata Kunci : Quantitative easing, loan growth, unconventional monetary policy, central bank, bank liquidity, dynamic panel model, GMM