Hubungan Antara Komposisi Jenis Tanaman dengan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Permukiman RW 07 dan RW 09 Kemantren Kraton Yogyakarta
Dyah Ayu Lailatul Fitria, Dr. Ir. Kaharuddin, S.Hut., M.Sc, IPU ; Ir. Muhammad Reza Pahlevi, S.Pd., M.Si
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Peningkatan jumlah penduduk dan urbanisasi meningkatkan kepadatan di perkotaan mengakibtakan keanekaragaman dan keragaman vegetasi menurun. Kemantren Kraton Yogyakarta, sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya dengan kepadatan tinggi, menghadapi tantangan pengelolaan ruang terbuka hijau di lahan terbatas. Pemanfaatan pekarangan membantu mengurangi dampak kepadatan dengan mendukung pelestarian ekosistem melalui suplai oksigen, peneduh, resapan air hujan, dan habitat flora-fauna. Preferensi vegetasi pekarangan oleh masyarakat menciptakan variasi yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komposisi vegetasi dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kemantren Kraton Yogyakarta.
Penelitian dilakukan di RW 07 dan RW 09 Kemantren Kraton secara sensus dengan unit analisis rumah tangga yang memiliki tanaman di pekarangan. Pengambilan data dilakukan dengan inventarisasi tanaman dan wawancara. Kondisi sosial ekonomi diklasifikasikan menjadi tiga kelas (atas, menengah, bawah) berdasarkan enam indikator meliputi: tingkat pendidikan, pendapatan, status kepemilikan lahan, jenis pekerjaan, luas pekarangan, dan kepemilikan aset kendaraan. Keanekaragaman vegetasi dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, karakteristik sosial ekonomi dengan analisis deskriptif, dan hubungan keduanya dianalisis dengan uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan nilai keankeragaman vegetasi
pada RW 07 yaitu 3,88 dan RW 09 3,94. Semakin tinggi kelompok sosial ekonomi
semakin tinggi keanekaragaman vegetasinya. Nilai H' kelompok bawah (2,10),
menengah (3,45), dan atas (3,92). Kelompok sosial ekonomi atas dan menengah
didominasi oleh fungsi estetika, sementara kelompok sosial ekonomi kebawah
didominasi dengan fungsi produksi. Uji korelasi Spearman menghasilkan hubungan
signifikan antara kelompok sosial ekonomi dengan komposisi tanaman fungsi
estetika dengan arah hubungan moderat dan positif di RW 07. Sementara di RW 09,
hasil uji signifikan antara kelompok sosial ekonomi dengan tanaman fungsi
estetika (kuat, arah hubungan positif) dan fungsi ekologi (lemah, hubungan
positif). Variabel kelompok sosial ekonomi dengan komposisi tanaman dengan
fungsi produksi dan budaya tidak terdapat hubungan signifikan di kedua RW. Dengan
demikian, Kelompok sosial ekonomi atas berkontribusi paling besar terhadap
ruang terbuka hijau.
Population growth and urbanization increase urban density, resulting in decreased biodiversity and vegetation diversity. Kraton Sub-district Yogyakarta, as an economic, tourism, and cultural center with high density, faces challenges in managing green open spaces on limited land. The utilization of home gardens helps reduce the impact of density by supporting ecosystem conservation through oxygen supply, shade, rainwater absorption, and flora-fauna habitat. Community preferences for home garden vegetation create variations influenced by socioeconomic conditions. This research aims to analyze the relationship between vegetation composition and socioeconomic conditions of the community in Kraton Sub-district, Yogyakarta.
The research was conducted in RW 07 and RW 09 of Kraton Sub-district using a census approach with household units that have plants in their home gardens as the analysis unit. Data collection was carried out through plant inventory and interviews. Socioeconomic conditions were classified into three classes (upper, middle, lower) based on six indicators including: education level, income, land ownership status, type of occupation, home garden area, and vehicle asset ownership. Vegetation diversity was analyzed using the Shannon-Wiener Diversity Index, socioeconomic characteristics with descriptive analysis, and the relationship between both was analyzed using Spearman correlation test.
The
research results show vegetation diversity values in RW 07 of 3.88 and RW 09 of
3.94. The higher the socioeconomic group, the higher the vegetation diversity.
H' values for lower group (2.10), middle group (3.45), and upper group (3.92).
Upper and middle socioeconomic groups are dominated by aesthetic functions,
while lower socioeconomic groups are dominated by production functions.
Spearman correlation test shows a significant relationship between
socioeconomic groups and aesthetic function plant composition with moderate and
positive correlation direction in RW 07. Meanwhile, in RW 09, the test results
show significant relationships between socioeconomic groups and aesthetic
function plants (strong and positive correlation) and ecological function (weak
and positive correlation). There is no significant relationship between
socioeconomic group variables and plant composition with production and
cultural functions in both RW. Conclusion. Therefore, upper socioeconomic
groups contribute most significantly to green open spaces.
Kata Kunci : komposisi tanaman, diversitas, sosial ekonomi, permukiman, kraton