ANALISIS PREDIKSI TERJADINYA KARIES BARU PADA ANAK BERDASARKAN FREKUENSI KONSUMSI PEMPEK DI PALEMBANG (Tinjauan dengan Pendekatan Cariogram)
Marlindayanti, drg. Sri Widiati, MPH; Prof. Dr. Drg. Al. Supartinah S, SU. Sp. KGA (K)
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran GigiPenyakit rongga mulut yang sering diderita anak usia 6-12 tahun adalah karies gigi. Hasil penelitian prevalensi karies gigi di Palembang tinggi, Palembang dihuni penduduk asli dan penduduk pendatang yang masing-masing tinggal di wilayah tertentu. Kebiasaan penduduk asli mengkonsumsi pempek lebih dari 2 kali sehari. Pempek makanan khas yang dimakan bersama kuahnya (cuko), mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi risiko terjadinya karies baru, urutan prediksi berdasarkan frekuensi konsumsi pempek serta perbedaan wilayah dan frekuensi konsumsi pempek terhadap prediksi risiko terjadinya karies baru di Palembang. Merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 305 anak dari 52 SD di Palembang diambil menggunakan tekhnik cluster sampling. Data diambil berdasarkan wilayah penelitian, pengukuran prediksi risiko karies baru menggunakan cariogram dengan cara mengumpulkan data berdasarkan hasil survey diet, DMF-T, kapasitas buffer, sekresi saliva, plak skor, program fluor dan penyakit umum. Analisa data menggunakan analisis parametrik dengan uji Anova. Prediksi risiko terjadinya karies baru 65,72% termasuk kategori tinggi, kontribusi pempek 45,83% dari total konsumsi makan keseluruhan. Urutan prediksi risiko karies adalah kerentanan, pola makan, bakteri dan faktor lain yang berpengaruh. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada prediksi risiko karies baru antar wilayah dengan nilai p= 0,280 (p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan antara frekuensi konsumsi pempek dan derajat prediksi risiko karies baru dengan nilai p= 0,000 (p<0,05). Tidak terdapat interaksi antara wilayah dan frekuensi konsumsi pempek terhadap prediksi risiko karies baru di Palembang dengan nilai p=0,904 (p>0,05). Rerata DMF-T responden sebesar 3,42 termasuk kategori sedang. Prediksi risiko terjadinya karies baru di Palembang 65,72 % kategori tinggi. Frekuensi konsumsi pempek tinggi berisiko terjadi karies baru. Urutan prediksi risiko karies baru kerentanan, pola makan, bakteri dan faktor lain yang berpengaruh. Tidak terdapat perbedaan wilayah dan frekuensi konsumsi pempek terhadap prediksi risiko karies baru di Palembang. Status karies di Palembang 3,42 termasuk kategori sedang.
Kata Kunci : Pempek, Frekuensi Konsumsi pempek, Prediksi Risiko Karies Baru