Ketersediaan dan perkembangan Fasilitas pelayanan sosial ekonomi di sekitar kampus Kasus di desa Argomulyo kecamatan Sedayu kabupaten Bantul
Ermin Kostarini, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKota Pelajar yang menjadi sebutan bagi Kota Yogyakarta mempunyai peran yang besar bagi perkembangan wilayah kota itu sendiri. Semakin lama perkembangan kota yang padat tidak memungkinkan lagi untuk menampung jumlah mahasiswa dan calon mahasiswa yang ingin belajar di Kota Yogyakarta, sehingga munculnya kampus di luar kota merupakan alternatif yang kemudian terjadi. Di sisi lain kesenjangan sebaran fasilitas pelayanan sosial ekonomi antara daerah perkotaan dan perdesaan dapat dipersempit dengan adanya kampus. Dalam hal ini kampus yang berada di luar kota diharapkan dapat menjadi titik pertumbuhan bagi fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola distribusi, perkembangan, daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, kegiatan ekonomi penduduk, kepadatan dan pertumbuhan jumlah penduduk di sekitar kampus. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, salah satunya dengan metode korelasi. Penggalian sumber data baik primer maupun sekunder dilakukan secara bertahap mulai dari observasi, survei lapangan terhadap responden dan wawancara mendalam (indepth study) terhadap kepala dusun dan perangkat desa. Penelitian berada di daerah pinggiran yaitu Desa Argomulyo yang didalan?nya terdapat kampus dan memiliki tingkat hirarki dan sentralitas yang lebih tinggi dibanding dengan desa-desa lain di Kecamatan. Distribusi fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang bersifat non formal lebih dipengaruhi oleh pengusaha yang menginginkan lokasi usahanya berada pada posisi yang strategis. Pola distribusi fasilitas pelayanan sosial ekonomi cenderung mengelompok di beberapa tempat seperti di sekitar kampus dan pasar dengan bentuk memanjang mengikuti pola jalan. Pertumbuhan dan Daya Layan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi di dusun sekitar kampus memiliki skor sangat tinggi yang berarti terdapat penambahan jumlah fasilitas pelayanan sosial ekonomi sehingga dapat melayani kebutuhan penduduk secara maksimal, sedangkan dusun yang jauh dengan kampus pada umumnya memiliki skor sedang sampai sangat rendah yang berarti hanya terdapat sedikit penambahan jumlah fasilitas pelayanan sehingga kebutuhan penduduk belum terlayani secara optimal. Tetapi paling tidak dari keadaan dapat diketahui bahwa kampus juga mempengaruhi tingkat kepadatan dan pertumbuhan jumlah penduduk Hal ini berkaitan dengan kepadatan dan pertumbuhan penduduk, dimana dusun yang semakin dekat dari kampus, kepadatan dan pertumbuhan penduduk semakin tinggi. Pergeseran mata pencaharian terjadi karena banyak jenis usaha baru yang dapat dilakukan penduduk baik sebagai mata pencaharian pokok maupun sampingan untuk memberikan tambahan penghasilan, sehingga kondisi sosial ekonomi penduduk di sekitar kampus terlihat lebih baik dibandingkan rata-rata kondisi sosial ekonomi penduduk Desa Argomulyo. Berdasarkan beberapa fenomena di atas menimbulkan kesenjangan daya layan fasilitas pelayanan dan kondisi sosial ekonomi penduduk antara dusun-dusun di Desa Argomulyo. Kesenjangan tersebut dapat dikurangi jika pemerintah daerah menjadikan wilayah ini sebagai pusat pendidikan dan dapat menarik lembaga pendidikan lain berlokasi di Desa Argomulyo
-
Kata Kunci : Pelayanan sosial ekonomi,Fasilitas pelayanan,Sedayu,Bantul,DIY