Kajian perubahan kualitas lingkungan permukiman dengan bantuan foto udara dan sistem informasi geografis kasus di desa Caturtungganl kecamatan Depok, Sinduadi kecamatan Mlati, Nogotirto, Banyuraden, Trihanggo kecamatan Gamping kabupaten Sleman
Eka Puji Rahmadi, Drs. Hadi Sabari Yunus, M.A.; DRS; Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengambil judul Kajian Perubahan Kualitas Lingkungan Permukiman dengan Bantuan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografi, Kasus di Desa Caturtunggal, Sinduadi, Nogotirto, Banyuraden, dan Trihanggo, Kabupaten Sleman. Adanya pertambahan penduduk kota yang besar, menyebabkan kebutuhan permukiman semakin meningkat. Hal ini menyebabkan arus filtering up yang semakin meningkat di daerah pinggiran kota, sehingga munculnya permukiman-permukiman baru merupakan masalah tersendiri yang apabila tidak ditangani sedini mungkin akan berpengaruh kepada kualitas lingkungan permukiman di daerah pinggiran kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan kualitas lingkungan permukiman dari tahun 1987 sampai tahun 1996, meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kualitas lingkungan permukiman dan pola perubahan kualitas lingkungan permukiman dalam dimensi keruangan. Penilaian kualitas lingkungan permukiman dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi, yaitu kombinasi antara penilaian kualitas lingkungan permukiman foto udara dan penilaian kualitas lingkungan permukiman terestrial. Berdasarkan atas kenampakan-kenampakan lingkungan permukiman pada foto udara, dapat digolongkan menjadi tiga tipe unit lingkungan permukiman yang disebut satuan lingkungan permukiman yang digunakan sebagai satuan analisis dan satuan sampel. Ada dua kriteria yang dipertimbangkan dalam penentuan satuan lingkungan permukiman, yaitu kepadatan permukiman dan pola permukiman. Pengambilan sampel satuan lingkungan permukiman tiap kondisi kualitas satuan lingkungan permukiman dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling sedangkan pengambilan sampel responden (Kepala Keluarga) tiap kondisi kualitas satuan lingkungan permukiman yang terkena sampel dilakukan dengan metode Systematic Random Sampling. Jumlah sampel responden (Kepala Keluarga) tiap kondisi kualitas satuan lingkungan permukiman berbeda-beda, tergantung seberapa besar jumlah seluruh populasi yang terdapat dalam satuan lingkungan permukiman. Analisis datanya dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif digunakan tabel frekuensi dan tabel silang, sedangkan secara kuantitatif digunakan Kai - Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendapatan rumah tangga terhadap kondisi kualitas lingkungan permukiman, sedangkan dari pola perubahan kualitas satuan lingkungan permukiman dari tahun 1987 sampai tahun 1996 didapatkan bahwa satuan lingkungan permukiman yang terletak dekat dengan jalan raya utama dan dekat dengan batas administrasi kota Yogyakarta mempunyai kondisi perubahan kualitas satuan lingkungan permukiman yang lebih baik.
-
Kata Kunci : Kualitas lingkungan permukiman,Foto udara, sistem informasi geografis, Mlati,Depok,Gamping,Sleman,DIY