Laporkan Masalah

Learning Organization sebagai Moderator dalam Peran Core Self-Evaluations Positif dan Negatif terhadap Learning Agility Mahasiswa Sarjana

Afni Kurnia Ramadhani, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Dinamika dunia industri di Indonesia yang sangat kompetitif menuntut mahasiswa sebagai calon pekerja, memiliki learning agility—kemampuan belajar dari pengalaman dan beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran core self-evaluations (CSE) positif dan negatif terhadap learning agility mahasiswa, dengan dimoderasi oleh learning organization. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain cross-sectional. Sebanyak 400 mahasiswa aktif tingkat sarjana dari setiap fakultas di Universitas Gadjah Mada yang berusia 18–25 tahun terlibat dalam penelitian ini melalui pengisian kuesioner daring. Alat ukur yang digunakan meliputi Learning Agility Scale for Students (LAS-S), Core Self-Evaluations Scale (CSES), dan Dimensions of the Learning Organization Questionnaire (DLOQ). Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana, regresi linear berganda, serta Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian pada regresi sederhana menunjukkan bahwa CSE positif (? = 0,647; p < 0 xss=removed xss=removed>learning agility. Namun, pada regresi berganda, hanya CSE positif (? = 0,650; p < 0 xss=removed xss=removed>learning organization tidak signifikan, meski kecenderungan pengaruh CSE positif terhadap learning agility melemah pada tingkat learning organization yang lebih tinggi (? = –0,046; p = 0,069). Interaksi learning organization dengan CSE negatif juga tidak signifikan (? = –0,036; p = 0,275). Penelitian ini menunjukkan peran penting CSE positif yang konsisten menjadi prediktor utama learning agility, dengan variasi kekuatan pengaruh pada konteks dukungan organisasi yang berbeda. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan potensi intrapersonal, dalam berbagai tingkat dukungan organisasi, sebagai faktor penentu pengembangan kapasitas belajar adaptif mahasiswa.

The highly competitive dynamics of the industrial world in Indonesia demand undergraduate students, as a future workforce, to possess learning agility—the ability to learn from experience and adapt quickly to new situations. This study aims to examine the role of positive and negative core self-evaluations (CSE) in influencing learning agility of undergraduate students at Universitas Gadjah Mada (UGM), as well as to investigate whether the learning organization functions as a moderating variable in this relationship. This study employs a quantitative approach with survey method and cross-sectional design. A total of 400 active undergraduate students from every faculty at Universitas Gadjah Mada, aged between 18 – 25 years, participated in the study through an online questionnaire. The instruments used in this study include Learning Agility Scale for Students (LAS-S), Core Self-Evaluations Scale (CSES), and Dimensions of the Learning Organization Questionnaire (DLOQ), all of which have been adapted and validated in Indonesian language. Data were analyzed using simple linear regression, multiple linear regression, and Moderated Regression Analysis (MRA). The simple regression resulted in positive CSE (? = 0.647; p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : Core Self-Evaluations, Learning Organization, Learning Agility

  1. S1-2025-479157-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479157-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479157-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479157-title.pdf