Evalausi Pelaksanaan Kemoterapi Intravena Pada Pasien Kanker di IRNA I Lantai I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Suliati, dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
1999 | Tugas Akhir | D4 PERAWAT PENDIDIKPenyakit kanker menduduki urutan ketiga, setelah cardiovascular dan kecelakaan (Gani W. tambunan, 1995) dimana pengobatan pasien kanker bisa berupa pembedahan, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi ketiganya (bangun, Astarto, 1995). Menurut data Rekam Medis RSUP Dr. Sardjito tahun 1997, jumlah pasien yang mendapat kemoterapi intravena sebanyak 1067 pasien, dimana pasien rawat inap terbanyak di Irna I Lantai I. Menurun Susan Martisi Tucker 1996, Noorwati S., 1995, obat keoterapi hanya boleh dikelola ahli farmasi, dokter atau perawat yang sudh dilatih tentang kanker atau Uncologi Nurse, sedangkan tenaga dengan klasifikasi tersebut di atas di Irna I Lantai I belum ada. Dengan latar belakang tersebut dilakukan penelitian dengan maksud untuk evaluasi pelaksanaan kemoterapi intravena pada pasien kanker. Penelitian ini dilakukan dari data p[rimer yang didapatkan dengan observasi terhadap perawat yang sedang melaksanakan kemoterapi intravena dengan memakai check list pada tanggal 21 sampai dengan tanggal 26 desember 1998 di Irna I Lantai I RSS, kemudian data dianalisis secara deskriptif yang menggunakan distribusi frekuensi. Untuk cross check dilakukan wawancara kepada Penyelia Keperawatan, guna melengkapi dan mengetahui alasan-alasan kondisi yang ada sekarang. Selama periode tersebut diperoleh 20 pelaksanaan kemoterapi intravena yang diamati dan hasil penelitian menyatakan bahwa : persiapan pasien dalam kemoterapi intravena kurang, persiapan alat atau fasilitas kurang serta perilaku perawat dalam pelaksanaan kemoterapi intravena juga kurang.
Kata Kunci : Kemoterapi Intravena, Perilaku Perawat