Industri batu kapur di desa Eromoko Kabupaten Wonogiri
Eko Setiyono, Drs. Ig. Sugiman, M.S.; Dra. Kistini, M.S.
1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANAktivitas di sektor pertanian merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk di pedesaan, begitu juga di daerah penelitian. Semakin meningkatnya pertambahan penduduk tetapi produktivitas di sektor pertanian rendah, mendorong penduduk untuk mencari sumber pendapatan baru di luar sektor pertanian. Terdapatnya sumberdaya alam berupa batu gamping di daerah penelitian merupakan faktor pendorong yang potensial bagi pengembangan usaha industri batu kapur. Dengan adanya usaha industri batu kapur, dapat membantu penduduk menambah kesempatan kerja dan pendapatan. Namun industri batu kapur di daerah penelitian merupakan industri kecil yang memiliki keterbatasan modal serta mengalami persaingan dalam pemasaran produksi batu kapur. Penelitian ini berjudul "Industri Batu Kapur di Desa Eromoko Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri". Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: hubungan antara lama usaha industri batu kapur dengan jumlah produksi batu kapur yang dihasilkan, faktor-faktor produksi yang mendorong pada industri batu kapur, serta untuk mengetahui besarnya pendapatan pengusaha yang diperoleh pada usaha industri batu kapur dari berbagai daerah pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Daerah penelitian yaitu Desa Eromoko dipilih secara "purposive". Pengambilan responden pengusaha industri batu kapur dilakukan secara "sensus". Analisa data menggunakan tabel dan uji statistik korelasi "product moment". Hasil penelitian menunjukkan bahwa, alasan yang mendorong pengusaha untuk berusaha di bidang industri batu kapur, ternyata tersedianya bahan baku merupakan alasan terbesar yaitu 41,19 persen. Sebagian besar lama usaha industri batu kapur atau 55,88 persen termasuk dalam kelompok lama usaha rendah atau kurang dari 15 tahun dan hanya sebesar 8,82 persen yang termasuk dalam kelompok lama usaha tinggi atau lebih dari 30 tahun, serta tidak terdapat adanya hubungan antara lama usaha industri batu kapur dengan produksi batu kapur yang dihasilkan. Terdapat hubungan positif antara produksi batu kapur dan jumlah tenaga kerja yang terserap dengan tingkat hubungan kuat (r = 0,96); serta terdapat hubungan positif antara besarnya biaya produksi yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dengan tingkat hubungan kuat (r = 0,87). Pemasaran produksi batu kapur sebagian besar atau 86,11 persen dipasarkan ke luar daerah Kabupaten Wonogiri dengan rata-rata pendapatan tiap unit (5 ton) batu kapur adalah Rp. 49.620,- sedangkan 13,89 persen batu kapur dipasarkan di daerah lokal (Kabupaten Wonogiri) dengan rata-rata pendapatan tiap unit (5 ton) batu kapur sebesar Rp. 46.750,-. Sebagian besar pengusaha atau 41,18 persen memiliki pendapatan yang termasuk dalam kategori rendah yaitu kurang dari Rp. 400.000,-setiap bulan. Sebesar 35,29 persen pengusaha memiliki pendapatan antara Rp. 400.000,- sampai dengan kurang dari Rp. 700.000,- dan sisanya (23,53 persen) berpendapatan lebih dari Rp. 700.000,- setiap bulan.
-
Kata Kunci : Industri batu kapur,Eramoko,Wonogiri,Jawa Tengah