Laporkan Masalah

Estimasi hasil sedimen dengan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis di daerah aliran sungai Wader Wonogiri

Dwianta Bekti Purnama, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.

1998 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini mengambil Judul Estimasi Hasil Sedimen dengan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di Daerah Aliran Sungai Wader, Wonogiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengkaji sejauh mana kemampuan teknik penginderan jauh untuk identifikasi parameter-parameter karakteristik fisik DAS yang berhubungan dengan proses erosi sedimentas?, (2) Menduga hasil sedimen dengan berdasarkan karakteristik fisik DAS dengan formula USLE dan SDR. Citra penginderaan jauh yang digunakan untuk mengkaji parameter fisik DAS dan untuk menduga hasil sedimen adalah foto udara inframerah berwarna semu skala 1:10.000 tahun pemotretan 1991. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara cukup baik digunakan untuk identifikasi parameter-parameter karakteristik fisik lahan yang terbukti dengan ketelitian interpretasi yang rata-rata di atas 80%. Di samping itu foto udara dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber erosi dan hasil sedimen di daerah penelitian. Pendugaan hasil sedimen dilakukan dengan menggunakan formula USLE dan SDR, dengan menggunakan formula USLE yang biasa digunakan di lingkup instansi Departemen Kehutanan RI. Hasil pendugaan dengan formula tersebut di dapat angka penyimpangan sebesar 1236% (59.108 ton/ha/th) lebih besar dari pengukuran lapangan (4.412 ton/ha/th). Modifikasi dilakukan pada indeks panjang dan kemiringan lereng dengan menggunakan formula dari Meijerink yaitu LS =Sin0.5x. Cos0.5x. Dengan model ini menghasilkan angka sebesar 4.323 ton/ha/th, menyimpang sebesar 2% dari pengukuran lapangan. Penelitian ini juga menggunakan model agregasi dengan nilai rata-rata (average) dan nilai dominan (predominant) dengan formula yang terbaik untuk menghitung erosi permukaan adalah Ep=R. Kdum . LSavg. Cavg. Pavg. Model ini menghasilkan angka sebesar 4.470 ton/ha/th, menyimpang sebesar 1% dari pengukuran lapangan. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa Model USLE dan SDR dapat diterapkan untuk menduga hasil sedimen dengan modifikasi pada formula indeks panjang dan kemiringan lereng.

-

Kata Kunci : Teknik Penginderaan jauh,Sistem Informasi Geografis,Wonogiri,Jawa tengah,Erosi,Sedimentasi,Karakteristik DAS

  1. S1-1998-080387-Abstract.pdf  
  2. S1-1998-080387-Bibliography.pdf  
  3. S1-1998-080387-TableofContent.pdf  
  4. S1-1998-080387-Title.pdf