Frekuensi Distribusi Kasus Batu Saluran Kencing di Bangsal Bedah RSUP Dr. Sardjito Tahun 1998
Tanaya Ghinorawa, Dr. Suhardi DA., SpPD
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANIndonesia merupakan salah satu negara yang termasuk dalam sabuk batu (stone belt), sehingga frekuensi kejadian batu saluran kencing di Indonesia cukup tinggi. Penelitian di Indonesia mengenai batu saluran kencing belum banyak dilakukan sebelumnya, dan hanya diketahui bahwa penyebab batu saluran kencing adalah multifaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi distribusi kasus batu saluran kencing (urolithiasis) yang digolongkan berdasarkan letak batu dan jenis batu terhadap variabel faktor intrinsik umur dan jenis kelamin di Bangsal Bedah RSUP Dr. Sardjito mulai tanggal 1 Januari 1998 sampai dengan 31 Desember 1998. Subyek penelitian ini dikumpulkan secara retrospektif dengan melihat kembali status penderita batu saluran kencing yang dirawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Data-data yang diperoleh diolah dengan metode deskriptif retrospektif dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Kasus batu saluran kencing (urolithiasis) yang didapatkan sebanyak 73 kasus dari 17.817 pasien rawat inap. Data-data yang ada dipilah berdasarkan letak batu dan jenis batu serta dibuat tabel dan grafik terhadap variabel faktor resiko yaitu umur dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan letak batu terbanyak adalah kandung kencing (vesicolithiasis) sebanyak 26 kasus (35,6 %). Jenis batu terbanyak adalah Ca - oksalat yaitu 44 kasus (60,3 %). Batu saluran kencing paling banyak menyerang pria yaitu 57 kasus (78,1 %). Batu saluran kencing (urolithiasis) terbanyak pada umur 30 tahun ke atas yaitu 68 kasus (93,2 %). Keluhan utama pada batu ginjal dan pyelum paling banyak adalah nyeri pinggang yaitu 16 dari 21 kasus (76,2 %). Keluhan utama pada batu ureter paling banyak adalah nyeri pinggang yaitu 18 dari 22 kasus (81,8%). Keluhan utama pada batu kandung kencing adalah disuria yaitu 18 dari 26 kasus (69,2 %). Keluhan utama pada batu urethra adalah disuria dan hematuria dimana masing-masing gejala terdapat 2 dari 4 kasus (50 %). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa angka insidensi batu saluran kencing adalah 41 / 10.000 pasien rawat inap di RSUP Dr. Sardjito tahun 1998, letak batu saluran kencing terbanyak di kandung kencing, jenis batu terbanyak adalah Ca - oksalat, lebih banyak terjadi pada pria, paling banyak pada umur 30 tahun keatas, dan gejala utama yang banyak dikeluhkan sesuai diagnosis letak batu.
Kata Kunci : batu saluran kencing, nyeri pinggang, frekuensi distribusi.