Pemanfaatan Citra Satelit Landsat 8 Untuk Pemetaan Kekeringan Pertanian Berbasis Vegetation Health Index Di Kabupaten Grobogan Tahun 2024
Zuyina Zahrotul Fajriyah, Karen Slamet Hardjo, S.Si., M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang berdampak signifikan
terhadap sektor pertanian terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Grobogan.
Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan saat ini belum menyediakan data kekeringan
pertanian dalam bentuk spasial. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemetaan
kekeringan pertanian untuk menyediakan informasi spasial sebagai dasar
perencanaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui akurasi pemetaan
kekeringan pertanian berbasis Vegetation Health Index (VHI) untuk lahan pertanian
di Kabupaten Grobogan tahun 2024, (2) memetakan kekeringan pertanian berbasis
Vegetation Health Index (VHI) di Kabupaten Grobogan tahun 2024.
Pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 tahun
2024 menggunakan pendekatan Vegetation Health Index (VHI) yang
menggabungkan dua indikator utama, yaitu Vegetation Condition Index (VCI) dan
Temperature Condition Index (TCI). Data yang digunakan meliputi nilai
Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature
(LST) untuk bulan Juli dan Agustus tahun 2024. Proses pengolahan dilakukan
menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) dengan metode komputasi
awan untuk mempermudah ekstraksi data, perhitungan indeks, serta klasifikasi
tingkat kekeringan.
Hasil pemetaan menunjukkan variasi spasial kekeringan pertanian antar
kecamatan yang secara keseluruhan didominasi oleh klasifikasi No Drought dengan
nilai VHI sebesar 40 – 100. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil VHI
kelas extreme terhadap data laporan puso dari Dinas Pertanian dan menunjukkan
korelasi yang cukup kuat secara statistik. Persentase akurasi yang diperoleh sebesar
99,9 % untuk bulan Juli dan 98,78% untuk bulan Agustus. Uji akurasi melalui
pendekatan statistik memiliki kelemahan spasial sehingga tingginya angka
persentase akurasi tersebut tidak menunjukkan keakuratan secara spasial. Informasi
ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam mitigasi dan
adaptasi terhadap bencana kekeringan di sektor pertanian daerah.
Drought is one of the natural disasters that has a significant impact on the
agricultural sector, particularly in vulnerable regions such as Grobogan Regency.
Currently, the Department of Agriculture of Grobogan Regency does not yet
provide agricultural drought data in spatial form. Therefore, agricultural drought
mapping is needed to provide spatial information as a basis for planning. The
objectives of this study are: (1) to assess the accuracy of agricultural drought
mapping based on the Vegetation Health Index (VHI) for agricultural land in
Grobogan Regency in 2024, and (2) to map agricultural drought using the
Vegetation Health Index (VHI) in Grobogan Regency for the year 2024.
The mapping was carried out using Landsat 8 satellite imagery from 2024
by applying the Vegetation Health Index (VHI), which combines two main
indicators: the Vegetation Condition Index (VCI) and the Temperature Condition
Index (TCI). The input data include the Normalized Difference Vegetation Index
(NDVI) and Land Surface Temperature (LST) for the months of July and August
2024. Data processing was conducted using the Google Earth Engine (GEE)
platform with a cloud computing approach to facilitate data extraction, index
calculation, and drought level classification.
The spatial analysis of agricultural drought revealed considerable variation
across sub-districts, with the overall pattern predominantly classified as No
Drought, corresponding to Vegetation Health Index (VHI) values ranging from 40
to 100. Model validation was performed by cross-referencing the extreme drought
class of VHI with official crop failure (puso) reports from the Department of
Agriculture, yielding a statistically significant correlation. The accuracy
assessment indicated values of 99.9% for July and 98.78% for August. However, it
should be noted that statistical validation methods are constrained by spatial
limitations, such that the high overall accuracy values do not necessarily capture
the true spatial accuracy of the results. These findings underscore the potential of
VHI-based drought monitoring as a decision-support tool for enhancing drought
risk mitigation and adaptation strategies in the regional agricultural sector.
Kata Kunci : agricultural drought, Landsat 8, Vegetation Health Index, Google Earth Engine, Grobogan