Estimasi volume tegakan menggunakan kombinasi citra SRTM dan kontur digital dari peta RBI pada daerah Wanagama Gunungkidul
Dimar Wahyu Anggara, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.
2010 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHHutan merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan, sehingga kesadaran mengenai kondisi hutan menjadi salah satu elemen penting pula dalam menjaga kondisi hutan di seluruh permukaan bumi. Salah satu parameter fisik hutan yang dapat dipergunakan untuk mengawasi kondisi hutan adalah volume tegakan, khususnya volume tegakan dalam area hutan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung volume tegakan hutan dengan menggunakan metode alternative, sehingga tuntutan terhadap kondisi hutan dapat diperoleh setiap saat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode pengurangan sederhana dengan memanfaatkan karakteristik 2 jenis data elevasi digital yang memiliki karakteristik berbeda, kedua jenis data tersebut adalah SRTM dan data kontur digital. Metode ini dimaksudkan untuk melengkapi penggunaan citra VNIR, yang memiliki keterbatasan. Kondisi tumbuhan yang merangas ketika musim kemarau merupakan faktor yang membuat panjang gelombang VNIR tidak dapat melakukan estimasi parameter volume tegakan, karena daun yang memantulkan panjang gelombang tidak lagi dapat memantulkan. SRTM dengan gelombang mikronya, diharapkan dapat mengkompensasi fenomena tumbuhan ini. Hasil perhitungan volume tegakan dilakukan dengan 2 pendekatan, NDVI (kemarau, dan penghujan) dan residu DSM dan DEM. Hasil koefisien korelasi untuk metode pertama NDVI penghujan dan musim kemarau adalah 0.364 dan 0.524 sedangkan koefisien korelasi untuk metode kedua adalah 0.794. Hasil tersebut membuktikan bahwa korelasi dengan metode kedua lebih tinggi. Hasil uji akurasi untuk metode DSM dan DEM, dengan data lapangan sebagai data referensi, adalah 28.782 m³.
-
Kata Kunci : DEM, DSM, SRTM, Volume Tegakan,Gunungkidul,DIY