Laporkan Masalah

Hubungan perkembangan kawasan niaga dengan pola persebaran perumahan di BWK (bagian Wilayah Kota) I dan IV kota Bekasi

Dhian Widiyani, Rini Rachmawati, S.Si., M.T.

2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Bekasi merupakan bagian dari wilayah pengembangan khusus Jabotabek, dimana memiliki spesifikasi dominasi kegiatan perkotaan. Berdasarkan arahan pengembangan Kota Bekasi, pemerintah menetapkan membagi Kota Bekasi menjadi empat bagian yaitu BWK I - BWK IV. BWK I dan BWK II ditetapkan sebagai wilayah utama dan BWK III dan BWK IV sebagai wilayah bawahan. Kegiatan perkotaan meliputi perumahan serta kegiatan niaga dan kedua aspek tersebut menjadi dominasi kegiatan yang berada di Kota Bekasi, khususnya BWK I dan BWK IV. Penelitian ini memiliki tujuan: 1). mengidentifikasikan perkembangan kawasan niaga di BWK I dan BWK IV Kota Bekasi, 2). mengidentifikasikan pola persebaran perumahan BWK I dan BWK IV Kota Bekasi, 3). menganalisis hubungan perkembangan kawasan niaga dengan pola persebaran perumahan BWK I dan BWK IV Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kuantitatif. Pada tahap kualitatif dilakukan representasi Indeks Konsentrasi (IK) kegiatan niaga, spatial neighbor analysis untuk pola persebaran perumahan, dan perhitungan nilai asosiasi antar sektor perumahan dan kawasan niaga. Kuantitatif dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perumahan dan kawasan niaga dengan menjadikan pengembang kedua sektor sebagai narasumber hingga mencapai titik jenuh. Teknik analisis dilakukan dengan analisis Indeks Konsentrasi (IK), spatial neighbor, derajat asosiasi kedua sektor dan analisis peta. Perkembangan kawasan niaga dan perumahan dipantau pada tiga waktu yang berbeda yaitu 2000, 2005 dan 2009. Perkembangan kawasan niaga memiliki tipe menyebar dengan memilih BWK 1 sebagai lokasi awal perkembangan dan BWK IV sebagai tujuan selanjutnya penempatan kawasan niaga. Tahun 2000 terdapat 72, tahun 2005 terdapat 157 dan tahun 2009 terdapat 279 kawasan niaga. Pola persebaran perumahan dominan memiliki tipe mengelompok, perumahan baru muncul berdekatan lokasi dengan perumahan yang telah terbentuk sebelumnya. Tahun 2000 terdapat 90, tahun 2005 terdapat 120 dan tahun 2009 terdapat 131 perumahan terbangun. Terdapat hubungan persebaran kawasan niaga dan pola persebaran perumahan. Pengembang perumahan memilih lokasi perumahan berdekatan dengan kawasan niaga dengan pertimbangan memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kosumsi. Pengembang kawasan niaga memilih lokasi berdekatan dengan perumahan dikarenakan sebagian besar pengguna kawasan niaga merupakan masyarakat yang menempati perumahan. Sebagian besar responden mengutarakan bahwa memilih perumahan yang berada dekat dengan kawasan niaga, serta menggunakan kawasan niaga yang berada dekat dengan perumahan yang ditempati.

-

Kata Kunci : Perkembangan kawasan niaga, pola persebaran perumahan, Kota Bekasi,Jawa Barat

  1. S1-2010-195470-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-195470-TableofContent.pdf  
  3. S1-2010-195470-Title.pdf