Laporkan Masalah

Kajian kerawanan longsorlahan menggunakan metode analytical hierarchy process di DAS Tinalah Kulonprogo

Dhandhun Wacano, Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc.

2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Longsorlahan merupakan bencana alam yang sering terjadi di daerah pegunungan dan perbukitan dengan kondisi iklim basah seperti banyak pulau di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai Tinalah yang merupakan bagian dari Pegunungan Menoreh Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mempelajari pengaruh aspek fisik alami dan manusia terhadap kerawanan longsorlahan di DAS Tinalah Kulon Progo, dan (2) mengetahui tingkat kerawanan longsorlahan di DAS Tinalah Kulon Progo. Pengamatan dan survei lapangan diterapkan dalam penelitian ini untuk membuat peta longsorlahan aktual. Pembobotan parameter longsorlahan dilakukan dengan metode analytical hierarchy process atau perbandingan matrik berpasangan. Analisis keruangan dilakukan dengan bantuan sistem informasi geografi berbasis raster dan vektor untuk mengolah peta parameter yang meliputi bentuklahan, sudut lereng, buffer sungai, tanah, penggunaan lahan, dan buffer jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek fisik dan manusia sangat berpengaruh terhadap kerawanan longsorlahan di DAS Tinalah. Penilaian kerawanan secara hirarki menempatkan faktor bentuklahan pada level tertinggi (paling berpengaruh) diikuti dengan faktor lereng, jaringan jalan, jaringan sungai, tanah dan penggunaan lahan. DAS Tinalah secara umum rawan terhadap bencana longsorlahan terutama di wilayah Desa Gerbosari, Banjarsari, dan Purwoharjo. Tingkat kerawanan longsorlahan di DAS Tinalah meliputi tingkat kerawanan sangat rendah (6%), rendah (29%), sedang (35%), tinggi (21%), dan sangat tinggi (9%).

-

Kata Kunci : Kerawanan longsorlahan, AHP, DAS Tinalah,KUlonprogo,DIY

  1. S1-2010-198380-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-198380-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-198380-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-198380-Title.pdf