Laporkan Masalah

Analisis koofisien nilai hamburan balik obyek penutup lahan pada data digital ALOS Palsar berpolarisasi ganda (HH dan HV) di sebagian Jakarta dan Tangerang

Devara Prawira Adiningrat, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2010 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Identifikasi obyek pada penginderan jauh sistem radar biasanya menggunakan karakteristik dari hamburan balik yang direpresentasikan oleh nilai koefisien hamburan balik, termasuk sistem Synthetic Aperture Radar (SAR) polarimetri, dimana dalam perekamannya sistem ini menggunakan polarisasi dari gelombang elektromagnetik yang ditransmisikan oleh antena radar, dan dapat berupa polarisasi sejajar atau polarisasi menyilang. Analisis pada citra SAR polarimetri secara digital umumnya menggunakan nilai koefisien hamburan balik. Nilai Koefisien hamburan balik (?°) merupakan nilai hasil dari interaksi dua parameter yaitu parameter radar dan parameter medan. Kendala yang sering terjadi pada sistem SAR polarimetri adalah obyek-obyek yang berbeda nampak sama pada citra, maupun sebaliknya. Nilai koefisien hamburan balik dari berbagai obyek penutup lahan, dapat menjadi salah satu pemecah masalah ini. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi nilai hamburan balik obyek penutup lahan pada polarisasi yang berbeda yaitu polarisasi sejajar (HH) dan menyilang (HV), serta pengaruhnya yang ditimbulkan terhadap akurasi klasifikasi. Masing-masing citra polarisasi (HH dan HV) yang DN nya sudah dikalibrasi menjadi nilai koefisien hamburan balik akan diidentifikasi nilainya dan kemudian di plot ke dalam grafik. Kemudian citra polarisasi tersebut diklasifikasi berdasarkan kelas penutup lahan sederhana dengan klasifikasi tak terselia dan diuji akurasinya. Hasil dari penelitian ini berupa grafik dan uji akurasi serta analisis mengenai hubungan pengaruh kondisi nilai koefisien hamburan balik pada kedua polarisasi (HH dan HV) terhadap akurasi klasifikasi penutup lahannya. Kecenderungan nilai koefisien hamburan balik yang dihasilkan menunjukan bahwa di polarisasi HH nilai koefisien hamburan balik lebih tinggi dibandingkan dengan polarisasi HV pada setiap kelas penutup lahan. Namun akurasi klasifikasi polarisasi HV dengan akurasi total 64.06% lebih baik daripada polarisasi HH dengan nilai 59.38%. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh tingkat kekontrasan (julat) nilai koefisien hamburan balik yang tinggi pada setiap kelas penutup lahan pada polarisasi HV dibandingkan pada polarisasi HH.

-

Kata Kunci : SAR polarimetri, Koefisien Hamburan Balik, Polarisasi, Parameter Radar, Parameter medan, Penutup Lahan,Tangerang,Jakarta

  1. S1-2010-195367-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-195367-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-195367-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-195367-Title.pdf