Kajian disparitas wilayah di kota Batam
Citro Atmoko, Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDisparitas antar wilayah adalah salah satu masalah dalam pembangunan wilayah yang merupakan konsekuensi logis dari orientasi pembangunan yang cenderung mengarahkan alokasi sumberdaya pada wilayah pertumbuhan. Kemunculan wilayah-wilayah maju dan wilayah-wilayah terbelakang, adalah sisi lain dari keberhasilan pembangunan yang didapatkan. Penelitian ini mengkaji problema disparitas yang telah terjadi di Kota Batam khususnya pada tingkat kecamatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah dan perbedannya, mengetahui tingkat konsentrasi ekonomi, mengetahui tipologi wilayah, mengetahui sektor unggulan, dan menganalisis arah pengembangan wilayah. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data-data sekunder yang diperoleh dari berbagai lembaga dan instansi terkait. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis faktor untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah, analisis varians untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan wilayah, analisis indeks entropi Theil untuk mengetahui tingkat konsentrasi ekonomi, analisis tipologi Klassen untuk mengetahui tipologi wilayah, analisis Location Quotient untuk mengetahui sektor unggulan. Hasil dari kelima tujuan sebelumnya digunakan untuk menganalisis arah pengembangan wilayah di Kota Batam. Hasil penelitian ini yaitu terdapat variasi tingkat perkembangan wilayah pada kecamatan-kecamatan di Kota Batam. Kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah Pulau Batam memiliki tingkat perkembangan wilayah yang relatif lebih baik yakni dengan tingkat perkembangan wilayah sedang hingga tinggi, sementara itu tiga kecamatan di luar Pulau Batam seluruhnya memiliki tingkat perkembangan wilayah yang relatif rendah. Hasil analisis juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat perkembangan wilayah yang nyata antar kecamatan di Kota Batam terutama antara wilayah mainland dan wilayah hinterland. Variasi tingkat konsentrasi ekonomi di Kota Batam juga cukup besar. Tingkat konsentrasi ekonomi yang sedang hingga tinggi juga didominasi oleh kecamatan-kecamatan di Pulau Batam, sedangkan kecamatan-kecamatan di luar Pulau Batam tingkat konsentrasinya relatif rendah. Berdasarkan tipologi wilayah, seluruh kecamatan di luar Pulau Batam termasuk ke dalam wilayah yang relatif tertinggal. Berbeda halnya dengan sembilan kecamatan lainnya di Pulau Batam yang termasuk ke dalam tipologi wilayah yang maju dan tumbuh cepat, wilayah maju tapi tertekan, dan wilayah berkembang cepat. Untuk sektor unggulan di Kota Batam yakni berupa sektor industri, perdagangan dan jasa untuk kecamatan-kecamatan di Pulau Batam, dan sektor pertanian untuk kecamatan-kecamatan di luar Pulau Batam. Arahan pengembangan wilayah didasarkan pada permasalahan dan potensi yang terdapat pada masing-masing kecamatan, serta keterkaitan wilayah antara kecamatan mainland dan kecamatan hinterland.
-
Kata Kunci : disparitas, tingkat perkembangan wilayah, konsentrasi ekonomi, tipologi wilayah, sektor unggulan,Batam,Riau