Laporkan Masalah

Sistem penguasaan lahan pertanian di desa Sumberharjo kecamatan Prambanan, Sleman, DIY

Destania Putri, Sudrajat, S.Si., M.P.

2010 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Menyempitnya lahan pertanian akibat konversi lahan ke penggunaan lahan non pertanian serta tingginya nilai lahan, telah mendorong petani menjual lahannya untuk penggunaan lahan non pertanian. Jika tingkat keuntungan (land rent) yang diperoleh dari sektor non pertanian lebih tinggi dari land rent yang diperoleh dari sektor pertanian, maka konversi lahan akan sulit dihentikan Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui sistem penguasaan lahan pertanian di Desa Sumberharjo. (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penguasaan lahan pertanian di Desa Sumberharjo. (3) Mengetahui hubungan antara sistem penguasaan lahan dengan intensitas pemanfaatan lahan yang dilakukan petani di Desa Sumberharjo. Penelitian mengenai status penguasaan lahan petani dilaksanakan di desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan. Desa Sumberharjo adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya mayoritas bergerak dalam bidang usaha tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Dengan cara wawancara langsung dengan responden yang ditentukan. Responden yang diambil dari penelitian ini adalah rumah tangga tani yang menguasai lahan pertanian. Responden diambil dengan cara Simple random sampling. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel frekuensi, tabulasi silang (crosstabs), dan uji statistik, menggunakan uji regresi dan uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan paling banyak status penguasaan lahan milik petani sawah (96%) dan tegalan (100%) adalah status lahan milik sendiri. Pada lahan sawah, faktor yang paling mempengaruhi luas penguasaan lahan sawah adalah biaya usaha tani (nilai Sig:0,003 dan nilai Beta: 0,435). Pada lahan tegalan, jumlah tenaga kerja adalah faktor yang paling mempengaruhi luas penguasaan lahannya (nilai Sig:0,035 dan nilai Beta: 0,843). Pola tanam tidak memiliki hubungan dengan luas lahan sawah yang dikuasai. Ada hubungan positif antara pola tanam dengan luas lahan tegalan yang dikuasai (R: 0,336). Frekuensi tanam dalam 1 tahun tidak berhubungan dengan luas lahan tegalan yang dikuasai karena variasi frekuensi tanam hanya kecil.

-

Kata Kunci : penguasaan lahan, proses penguasaan lahan, dan intensitas pemanfaatan lahan,Prambanan,Sleman,DIY

  1. S1-2010-187800-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-187800-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-187800-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-187800-Title.pdf