Laporkan Masalah

Spectacle Wisuda: Praktik dan Pemaknaan Pemuda terhadap Selebrasi Wisuda di Instagram

AGATHA DIVA WINANGSIT, Dr. Muhammad Najib Azca, S.Sos., M. A.,

2025 | Skripsi | Sosiologi

Tren unggahan perayaan wisuda di Instagram telah mengubah praktik masyarakat dalam merayakan pencapaian akademik yang diikuti dengan adanya template jenis konten, gaya visual, dan elemen simbolik yang ditampilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendalami ragam, pola, dan makna pemuda dalam praktik perayaan wisuda di Instagram dengan menggunakan kacamata teori society of spectacle oleh Guy Debord. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital yang dikombinasikan dengan wawancara dan observasi digunakan untuk memahami fenomena tren media secara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa pemuda dapat dikategorikan sebagai pengguna aktif dan pasif Instagram. Hal ini juga berkaitan dengan praktik perayaan wisuda mereka dimana pengguna aktif sebagai agent memiliki strategi khusus dalam mengunggah perayaan wisuda, yaitu sebagai buku harian digital dan strategi membangun personal branding. Disisi lain, pengguna pasif sebagai semi-agent spectactor hanya memanfaatkan Instagram sebagai ruang dokumentasi pribadi sederhana. Praktik perayaan digital ini berada dalam kerangka spectacle sehingga membentuk template-template konten yang serupa, baik dari pengguna akitf atau pengguna pasif. Dalam praktik ini, pengguna aktif memiliki pemaknaan yang lebih reflektif terhadap perayaan wisuda daripada pemaknaan oleh pengguna pasif. Namun, keduanya telah kehilangan realitas dan pengalaman yang autentik dari perayaan tersebut karena terjebak dalam perangkap norma sosial yang mengutamakan visual dan estetika. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pasif (agent) dan pengguna pasif (semi-agent spectactor) menghidupi spectacle wisuda melalui tren praktik perayaan wisuda di Instagram.

 

The trend of posting graduation celebrations on Instagram has changed the way people celebrate academic achievements, with templates for the types of content, visual styles, and symbolic elements displayed. This study aims to explore the diversity, patterns, and meanings of youth in the practice of graduation celebrations on Instagram using Guy Debord's theory of the society of spectacle. A qualitative approach with digital ethnography methods combined with interviews and observations was used to understand the phenomenon of media trends in depth. The results show that youth can be classified as active and passive Instagram users. This also relates to their graduation celebration practices, where active users, as agents, have specific strategies in uploading graduation celebrations, namely as a digital diary and a strategy for building personal branding. On the other hand, passive users, as semi-agent spectators, only use Instagram as a simple personal documentation space. This digital celebration practice is within the framework of spectacle, thus forming similar content templates, both from active and passive users. In this practice, active users have a more reflective meaning of graduation celebrations than the meanings of passive users. However, both have lost the authentic reality and experience of the celebration due to being trapped in social norms that prioritize visuals and aesthetics. Thus, this study shows that passive users (agents) and passive users (semi-agent audiences) live out the spectacle of graduation through trends in graduation celebration practices on Instagram.

 

Kata Kunci : society of spectacle, perayaan wisuda, pemuda, Instagram, pemaknaan

  1. S1-2025-455886-abstract.pdf  
  2. S1-2025-455886-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-455886-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-455886-title.pdf