Tingkat sosial ekonomi petani pengusaha dan persebaran industri gula kelapa dikecamatan Kokap kabupaten Kulonprogo
Deffi Jauharnita, Dr. Agus Sutanto, M.Sc.
2010 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTujuan penelitian ini untuk mengetahui: persebaran industri gula kelapa di Kecamatan Kokap, penyerapan tenaga kerja industri gula kelapa, sumbangan pendapatan industri gula kelapa terhadap total pendapatan rumah tangga petani pengusaha, dan dampak industri gula kelapa terhadap tingkat sosial ekonomi petani pengusaha industri gula kelapa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani pengusaha industri gula kelapa di Kecamatan Kokap berjumlah 67 orang, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran industri gula kelapa di Kecamatan Kokap adalah tersebar di lima desa. Sebagian besar (62,68%) tersebar di tiga desa, yaitu Desa Kalirejo (25,37%), Hargorejo (23,88%), dan Hargowilis (22,39%). Sedangkan sisanya (37,32%) tersebar di dua desa lainnya, yaitu Desa Hargomulyo (16,42%) dan Desa Hargotirto (11,94%). Penyerapan tenaga kerja industri gula kelapa terhadap angkatan kerja di Kecamatan Kokap kecil, yaitu 2,53%. Sumbangan pendapatan industri gula kelapa terhadap total pendapatan rumah tangga petani pengusaha rata-rata sebesar 74,58%. Industri gula kelapa memberikan dampak positif terhadap tingkat sosial ekonomi petani pengusaha industri gula kelapa. Dampak positif terhadap tingkat kemiskinan adalah semua responden (100%) berada di atas garis kemiskinan setelah mengusahakan industri gula kelapa, sedangkan sebelum mengusahakan industri gula kelapa, sebagian besar responden (67,16%) berada di bawah garis kemiskinan, dengan persentase terbesar pada tahap paling miskin (47,76%), hanya 32,84% responden yang berada di atas garis kemiskinan. Dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan adalah semua responden (100%) berada pada tahap sejahtera setelah mengusahakan industri gula kelapa, dengan persentase terbesar pada tahap sejahtera 11 (77,61%), sedangkan sebelum mengusahakan industri gula kelapa terdapat 38,81% responden yang berada pada tahap pra sejahtera, dan selebihnya (61,19%) berada pada tahap sejahtera, dengan persentase terbesar pada tahap sejahtera I (59,70%).
-
Kata Kunci : sosial ekonomi, persebaran, industri gula kelapa, tingkat kemiskinan, tingkat kesejahteraan,Kokap,Kulonprogo,DIY