Pemanfaatan citra Alos dan sistem informasi geografis untuk penentuan lokasi pelabuhan militer di wilayah kepesisiran kabupaten Kulonprogo
Bimo Fachrizal Arvianto, Dr. Nurul Khakhim, M.Si.
2010 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kemampuan dan ketelitian citra ALOS dalam mengidentifikasi parameter-parameter yang berpengaruh pada model perencanaan pembangunan pelabuhan militer, (2) mengetahui kesesuaian lahan di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulonprogo untuk digunakan sebagai pelabuhan militer, (3) menerapkan pemodelan kesesuaian lahan untuk rekomendasi lokasi potensial pengembangan pelabuhan militer di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulonprogo. Citra ALOS digunakan untuk identifikasi karakteristik parameter fisik lahan, yaitu: bentuklahan, penggunaanlahan, jenis tanah, kerawanan banjir, aksesibilitas, sedimentasi, serta data kedalaman efektif yang diperoleh menggunakan algoritma stumpf (2003). Ketelitian citra ALOS diperoleh berdasarkan uji ketelitian interpretasi menggunakan metode Confusion matrix calculation. Metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan untuk pelabuhan militer adalah metode pengharkatan, dengan menggunakan pendekatan satuan lahan, yang terbagi menjadi satuan lahan daratan dan satuan lahan lautan. Rekomendasi kelas kesesuian lahan diperoleh dengan menumpangsusunkan antara peta kesesuaian lahan daratan dan peta kesesuaian lahan lautan, dengan menggunakan matrix dua dimensi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) citra ALOS sangat mampu untuk mendukung dalam pembuatan model kesesuaian lahan untuk lokasi pelabuhan militer. Ketelitian hasil interpretasi yang diperoleh untuk data satuan lahan adalah sebagai berikut penggunaan lahan, 94,49%; bentuklahan, 95,41%; jenis tanah, 92,66%; aksesibilitas, 96,36%; dan kerawanan banjir, 98,16%, selain itu citra ALOS juga mampu untuk mengidentifikasi adanya sedimentasi dan juga mampu untuk mengekstraksi kedalaman laut efektif (bathimetri). (2) Kesesuaian lahan untuk lokasi pelabuhan militer pada bagian daratan terbagi menjadi kelas sangat sesuai seluas seluas 26,99 km², dan kelas sesuai seluas 15,85 km², sedangkan ada bagian lautan yang termasuk ke dalam kelas sesuai seluas 30,82 km², dan termasuk ke dalam kelas tidak sesuai seluas 17,39 km² (3) Hasil pemodelan kesesuaian lahan membagi kawasan penelitian menjadi empat kelas rekomendasi lokasi potensial untuk pelabuhan militer, yaitu kelas II (paling mendekati ideal) seluas 20,18 km², kelas IV seluas 3,28 km², kelas VI seluas 14,66 km², dan kelas VIII (paling kurang layak) seluas 4,72 km².
-
Kata Kunci : ALOS, pemilihan lokasi, kepesisiran, Pelabuhan militer,Kulonprogo,DIY