Evaluasi ketersediaan air secara meteorologis di daerah aliran sungai (DAS) Opak
Dwi Ermi Irhami, Emilya Nurjani, S.Si., M.Si.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menghitung besar ketersediaan air di DAS Opak pada probabilitas hujan 60% dan 80% berdasarkan neraca air meteorologisnya, 2) Mengevaluasi ketersediaan air secara meteorologis di DAS Opak. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data tekstur tanah. Data sekunder meliputi data curah hujan bulanan, data suhu udara bulanan, data letak lintang stasiun hujan dan penggunaan lahan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel tanah untuk menentukan tekstur tanah tiap satuan tanah. Penentuan titik pengambilan sampel tanah menggunakan metode proportional sampling. Sampel tanah yang diambil sejajar tingkatannya, yaitu sub grup Tekstur tanah tiap satuan tanah digunakan untuk menghitung nilai WHC per stasiun hujan. Ketersediaan air air dihitung berdasarkan neraca air meteorologis Thornthwaite-Mather pada probabilitas hujan 60% dan 80%. Curah hujan probabilitas 60% dan 80% dihitung menggunakan analisis frekuensi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah diperoleh, total ketersediaan air pada probabilitas hujan 60% di DAS Opak adalah 433.559.086 m³/tahun. Ketersediaan air di daerah hulu adalah 197.983.623 m³/tahun termasuk kelas ketersediaan air tinggi. Ketersediaan air di tengah yaitu 197.808.349 m³/tahun, termasuk kelas ketersediaan air tinggi. Ketersediaan air di hilir adalah sebesar 37.767.113 m³/tahun, termasuk kelas ketersediaan air rendah. Rata-rata ketersediaan air DAS Opak probabilitas hujan 60% adalah 144.529.695 m³/tahun. Total ketersediaan air pada probabilitas hujan 80% di DAS Opak adalah 224.735.368 m³/tahun. Ketersediaan air di daerah hulu adalah 122.635.134 m³/tahun yang tergolong kelas ketersediaan air tinggi. Ketersediaan air di tengah yaitu 89.539.643 m³/tahun yang tergolong kelas ketersediaan air tinggi. Ketersediaan air di hilir adalah sebesar 12.560.592 m³/tahun yang tergolong kelas ketersediaan air rendah. Rata-rata ketersediaan air di DAS Opak pada probabilitas hujan 80% adalah 74.911.789 m³/tahun. Ketersediaan air di daerah hulu tinggi dikarenakan surplus curah hujan juga tinggi, ketinggian tempat yang tinggi sehingga curah hujan tinggi. Ketersediaan air di tengah tinggi karena luas wilayah daerah tengah besar dan hujan juga cukup besar. Ketersediaan air di hilir rendah dikarenakan curah hujan di daerah hilir rendah dan luas wilayah yang kecil. Penggunaan lahan mempengaruhi besarnya ketersediaan air yaitu tiap jenis penggunaan lahan mempengaruhi besar kecilnya nilai WHC dan evapotranspirasi potensial yang akan mempengaruhi besarnya surplus hujan pada wilayah tersebut
-
Kata Kunci : neraca air, surplus, ketersediaan air,Bantul,Gunungkidul,Sleman,Kotamadya Yogyakarta,DIY