Tinjauan Hukum pelaksanaan perkawinan antara wanita Tionghoa Indonesia dengan pria Taiwan melalui perantara agen (Makcomblang) di Kota Singkawang
PAUL, Wahyu, Sularto, SH.,CN.,MH
2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini merupakan penelitian empiris sosiologis yaitu penelitian kepustakaan yang diperkuat dengan penelitian lapangan, yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap wanita Tionghoa Indonesia yang melakukan perkawinan dengan pria Taiwan melalui perantara Agen (makcomblang) di kota Singkawang. Data yang digunakan dalam metode ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari lapangan melalui wawancara dan kuisoner, dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka melalui studi dokumen. Penelitian ini menggunakan metode non random sampling artinya tidak semua populasi diberi kesempatan untuk dijadikan sampel, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu berdasarkan tujuan tertentu dengan pertimbangan dan kriteria yang sudah ditentukan dalam penelitian yaitu 5 (lima) pasangan suami istri yang melakukan perkawinan melalui perantara Agen (makcomblang), Ketua Pengadilan Negeri Singkawang, Kepala Dinas Sosial, Tenaga kerja dan Kependudukan Singkawang, 1 (satu) orang Pengacara di Singkawang. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa, pertama, perkawinan antara wanita Tionghoa Indonesia dengan pria Taiwan banyak dilakukan dibawah tangan, sehingga secara yuridis perkawinan tersebut tidak sah karena tidak memenuhi syarat formal yaitu tidak dilakukan pencatatan perkawinan di kantor catatan sipi. Kedua, tidak adanya adanya perlindungan hukum terhadap para wanita Tionghoa Indonesia apabila para Agen (makcomblang) dan pria Taiwan ingkar janji dan memanfaatkan keuntungan wanita Tionghoa Indonesia karena perkawinan tersebut tidak memenuhi ketentuan ketentuan dalam Undang- Undang Perkawinan.
This reseach is an empiricial sociological research; that is, a library research that is supported with field study. It aimed to identify legal protection marriage between Indonesian Tionghoa woman and Taiwanese man in Singkawang town throgh agen in Singkawang town. Data obtained in this study were primary data, that is, data obtained in field through interview and questionnaire, and secondary data obtained from document study. This study used non-random sampling method, which means not all population is given chance to be sample, while sample was selected using purposive sampling technique; the sample is selected based on certain objective with criteria that have been determined previously including (5) couples of marriage trough agent, head of the district court Singkawang, head of Social, Employment and Demographic office in Singkawang and a lawyer. The study indicated that, (1) many marriages between indonesian Tionghoa woman and Taiwanese man are done underhandedly, so the marriages are illegal in juridical point of view because they do not meet formal requirment of marriage recording. (2) There is no legal protection on Tionghoa Indonesian woman when the agent or the man break their promise and just take benefit of Tionghoa Indonesian woman having weak position due to under power of agent and Taiwanese men.
Kata Kunci : Hukum Perkawinan,Wanita Tionghoa,Perlindungan Hukum, : Indonesian Tionghoa woman, legal consequense