Laporkan Masalah

Isolasi dan identifikasi cendawan yang terdapat pada kulit sapi yang disamak setengah jadi

Mohammad Sidik Prawiraatmaja, Drh. Sumitro Djojowidagdo; Drh. Harmadji

1977 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tatalaksana reproduksi sapi PO di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dibagi menjadi dua wilayah yakni wilayah I (dataran) dengan ketinggian kurang dari 150 m (di atas permukaan air laut, dan wialayah II (pegunungan) lebih dari 150 m tiap wilayah diambil 120 responden (petani peternak) waktu peneltian bulan Juli – September 1976. Pengolahan data dengan Arithmatik dan standar deviasi. Hasil penelitian di wilayah I dan II masing-masing adalah sebagai berikut: umur pertama kali sapi PO betina dikawinkan wilayah I 31,94 +_ 6,68 bulan(18-48), II)38,9 +_ 7,21 bulan (18-54): pencegahan tunda birahi, wilayah I dan II pada usianya sudah baik jumlah perkawinan untuk bunting di wilayah I dan I, usianya sudah baik jumlah perkawinan untuk bunting wilayah I 1,53 +_ 0,79 (1-5), II) 1,8 +_ 1,05 (1-6): perkawinan kembali sesudah beranak wilayah I 8,45 +- 4,01 bulan (1-24), II) 11,47 +- 4,40 bulan (4-30); latar belakang petani wilayah I buta huruf 48,33 persen, II) 47,5 persen, II) 100 persen asal pejantan untuk mengawini wilayah I milik sendiri 12,3 persen, orang lain 85 persen, pemerintah 2,5 persen, II) 5,83 persen, 70,85 persen 23,33 persen umur pedet disapih I, 0,875 +- 3,91 bulan (2-24), II) 11,0,8 +_ 3,78 bulan (5-24), usia pertama kali pejantan dikawinkan wilayah I 2,97 +- 0,81 athun (1,5-4), II) 3,36 _= 0,68 tahun (2,5-4): perkiraan persentasiyang bunting wilayah I 34,97 persen II0 22 persen jumlah kelahiran pedet per betina dewasa (tahun 1975) wilayah I 23,77 persen, II) 30, 33 persen.

Kata Kunci : Isolasi cendawan; identifikasi cendawan; kulit sapi yang disamak setengah jadi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.