Laporkan Masalah

Identifikasi desa tertinggal dikabupaten Kebumen

Dedi Surachman, Dr. M.R. Djarot Sadharto Widyatmoko, M.Sc.

2009 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Adanya perbedaan atau ketidakmerataan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah mengakibatkan perbedaan tingkat pertumbuhan antar wilayah, sehingga mewujudkan adanya desa tertinggal. Tujuan dalam penelitian ini ialah: (1) menentukan dan menganalisis sebaran desa tertinggal di Kabupaten Kebumen tahun 2008 (2) menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap perbedaan tingkat. kemajuan desa khususnya penyebab desa tertinggal di Kabupaten Kebumen tahun 2008 (3) memberikan arahan kebijakan pengembangan wilayah yang sesuai di Kabupaten Kebumen. Dalam metode penelitian ini, data utama yang digunakan adalah data sekunder berupa Podes Kabupaten Kebumen Tahun 2008. Teknik analisis yang digunakan yaitu; teknik analisis klasifikasi wilayah excel dan analisis peta untuk menjawab tujuan pertama; statistic analisis faktor, analisis deskiminan, serta analisis peta untuk menjawab tujuan kedua; dan analisis rencana tata ruang wilayah kabupaten kebumen untuk menjawab tujuan ketiga. Tingkat kemajuan desa di Kabupaten Kebumen tahun 2008 didominasi oleh desa-desa yang tergolong sedang berkembang yang sebagian besar berada di bagian selatan yang merupakan daerah dataran rendah. Dari 460 desa / kelurahan di Kabupaten Kebumen didapatkan 107 (23,26%) desa yang tergolong maju, 211 (45,87%) desa yang tergolong sedang berkembang, dan 142 (30,87%) desa yang tergolong tertinggal. Perbedaan tingkat kemajuan desa tersebut dibentuk oleh 3 faktor utama yaitu factor aksesibilitas dan sarana prasarana wilayah, faktor lokasi dan kondisi sosial ekonomi wilayah, serta faktor potensi ekonomi dan kebencanaan wilayah. Disamping itu terdapat 6 faktor determinan yang menyebabkan suatu desa menjadi tertinggal yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat, penguasaan lahan pertanian keluarga, jarak desa ke pusat wilayah, fasilitas kesehatan wilayah, tingkat rawan bencana wilayah, dan kondisi karakteristik rumah penduduk dan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, maka kebijakan pembangunan diarahkan untuk; (1) Menguatkan keterkaitan kegiatan ekonomi antara daerah maju dengan daerah tertinggal, (2) Meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas di daerah tetinggal untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, (3) Meningkatkan sarana dan prasarana perhubungan di pedesaan yang menghubungkan suatu kawasan miskin pedesaan dengan daerah-daerah yang lebih maju.

-

Kata Kunci : kesenjangan, tingkat kemajuan desa, desa tertinggal, factor determinan,Kebumen,Jawa Tengah

  1. S1-2009-187642-Abstract.pdf  
  2. S1-2009-187642-Bibliography.pdf  
  3. S1-2009-187642-TableofContent.pdf  
  4. S1-2009-187642-Title.pdf