Strategi bertahan hidup rumahtangga pemulung (Studi kasus pemulung diTPA sampah dusun Ngablak Desa Sitimulyo kecamatan Piyungan kabupaten Bantul)
David Firmansyah, Dra. Sunarpi Rilanto, M.S.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANINTISARI Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Piyungan merupakan tempat alternatif bagi masyarakat setempat maupun luar daerah untuk bekerja guna menambah pendapatan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan pemulung terhadap pendapatan rumahtangganya, dan juga strategi bertahan hidup seperti apa yang akan dilakukan rumahtangga pemulung agar tetap bisa mempertahankan kehidupan keluarganya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, sementara pencakupan data menggunakan kuesioner dengan teknik random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah kepala rumah tangga yang menjadi pemulung di TPAS Piyungan. Jumlah populasi pemulung ini terdapat sekitar 300 orang kepala keluarga, dari jumlah tersebut diambil sampel sejumlah 50 orang kepala keluarga. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata besar kontribusi pendapatan pemulung terhadap pendapatan rumahtangganya adalah 58 persen. Jenis strategi bertahan hidup yang diterapkan rumahtangga pemulung di TPAS Piyungan adalah; (1) Melakukan diversifikasi pekerjaan; (2) Memanfaatkan anggota rumah tangga bekerja; (3) Penghematan pengeluaran; (4) Memanfaatkan bantuan finansial tetangga dan kerabat dekat; (5) Pemilikan ternak. Dengan adanya jenis strategi tersebut diharapkan rumahtangga pemulung dapat bertahan hidup
-
Kata Kunci : pemulung, pendapatan, strategi bertahan hidup,Piyungan,Bantul,DIY