KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEREMPUAN SUKU SASAK MENGENAI MERARIQ KODEQ ATAU PERNIKAHAN DINI (Studi Kasus pada Ibu dan Anak Perempuan di Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat)
Natasya Ayudya Putri, Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Merariq kodeq (pernikahan dini) adalah praktik yang masih dilakukan suku Sasak karena pemahaman keliru terhadap tradisi yang sudah berlangsung secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gaya komunikasi, pola asuh, dan konflik dalam hubungan ibu dan anak perempuan untuk mencegah praktik merariq kodeq (pernikahan dini) yang masih dilakukan perempuan di bawah umur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal sebagai payung teoritis yang menaungi dua teori utama, yaitu parenting style theory oleh Baumrind, dan juga relational dialectics theory oleh Baxter & Montgomery. Selain itu, peneliti juga menggunakan genderlect styles theory oleh Tannen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus multiple case study, yaitu pendekatan yang menelusuri fenomena secara mendalam melalui analisis terhadap lebih dari satu kasus dalam satu studi. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi sehingga memperoleh hasil penelitian yang menunjukkan, bahwa komunikasi interpersonal antara ibu dan anak perempuannya memegang peran krusial dalam mencegah praktik merariq kodeq (pernikahan dini) di masyarakat suku Sasak yang dikenal patriarkat. Berdasarkan empat orang perempuan sebagai informan penelitian, mengungkapkan perbedaan gaya komunikasi antara gender tidak sepenuhnya berlaku di sini. Para informan menunjukkan, bahwa perempuan layaknya laki-laki juga dapat menjadi pemicu dan terlibat dalam konflik. Selain itu, pola asuh otoritatif yang diterapkan ibu membantu anak perempuan lebih memahami dampak buruk mengenai praktik merariq kodeq (pernikahan dini) dibandingkan pola asuh permisif, sehingga membuat anak perempuan tersebut menghindari praktik ini. Poin menarik ditemukan ketika konflik muncul antara ibu dan anak perempuan terkait praktik merariq kodeq (pernikahan dini) yang dapat diatasi melalui komunikasi interpersonal yang baik, membuat keduanya menemukan titik temu dan mencapai solusi yang harmonis.
Merariq kodeq (early marriage) is a practice still carried out by the Sasak tribe due to a mistaken understanding of traditions passed down through generations in their society. This study aims to understand the communication styles, parenting patterns, and conflicts within mother-daughter relationships to prevent the practice of merariq kodeq (early marriage) that is still carried out by underage girls. The theoretical framework for this research is interpersonal communication, which serves as a theoretical umbrella for two primary theories, Baumrind’s parenting styles theory and Baxter & Montgomery’s relational dialectics theory. The researcher also used Tannen’s genderlect styles theory. The method used in this study is a multiple case study, an approach that delves deeply into a phenomenon by analyzing more than one case within a single study. The researcher collected data through non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that interpersonal communication between mothers and their daughters plays a crucial role in preventing the practice of merariq kodeq (early marriage) in Sasak society, which is known for its patriarchal structure. Based on four female research informants, the findings revealed that gender differences in communication styles do not fully apply here. The informants showed that women, like man, can also be instigators and involved in conflict. Furthermore, the authoritative parenting style applied by mother help their daughter better understand the negative impact of merariq kodeq (early marriage) compared to a permissive parenting style, which lead these daughters to avoid the practice. An interesting point was found when conflicts arose between mothers and daughters regarding merariq kodeq (early marriage). These conflicts could be resolved through effective interpersonal communication, allowing both parties to find common ground and reach a harmonious solution.
Kata Kunci : Perempuan, Komunikasi Interpersonal, Merariq Kodeq (Pernikahan Dini), Studi Kasus