POTENSI EKSTRAK KOKON ULAT SUTRA (Bombyx mori) SEBAGAI ANTI-INFLAMASI PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI CARAGENAN
Murtiadi Erlan Supraitno, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Biologi
Inflamasi
merupakan respons imun tubuh terhadap infeksi, cedera, atau rangsangan lainnya.
Namun, inflamasi yang berlebihan atau kronis dapat menyebabkan kerusakan
jaringan dan berbagai penyakit degeneratif. Penggunaan obat anti-inflamasi
sintetis, seperti Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs), sering kali
disertai dengan efek samping, sehingga diperlukan agen anti-inflamasi yang
lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi
ekstrak kokon ulat sutra (Bombyx mori Linnaeus, 1758) sebagai agen
anti-inflamasi ada mencit (Mus musculus Linnaeus,
1758) strain BALB/c yang diinduksi karagenan. Ekstrak serisin dari
kokon diperoleh melalui metode Turkey Red Oil (TRO), yang melibatkan perebusan
kokon dalam larutan TRO pada suhu 100°C. Penelitian ini menggunakan 54 ekor
mencit berumur 8 minggu yang dibagi ke dalam enam kelompok: kontrol positif,
kontrol negatif, perlakuan dosis 50 mg/kg, perlakuan dosis 100 mg/kg, perlakuan
dosis 200 mg/kg, dan perlakuan dosis 400 mg/kg. Caragenan diinjeksikan secara
intraperitoneal untuk menginduksi inflamasi, diikuti dengan injeksi ekstrak
kokon setelah 1 jam. Parameter inflamasi yang diukur meliputi, konsentrasi
C-reactive Protein (CRP), Infiltrasi jaringan hari, edema jaringan hati,
kerusakan jaringan hati serta rasio neutrophil terhadap limfosit dalam darah. Hasil
penelitian diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah mengenai potensi ekstrak
kokon ulat sutra sebagai agen anti-inflamasi alami, serta berkontribusi
terhadap pengembangan terapi berbasis bahan alam untuk penanganan penyakit
inflamasi.
Inflammation is the body's immune
response to infections, injuries, or other stimuli. However, excessive or chronic inflammation can lead to tissue damage and
various degenerative diseases. The use of synthetic anti-inflammatory drugs,
such as Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs), is often accompanied by
side effects, which necessitates the search for safer and more effective
anti-inflammatory agents. This study aims to evaluate the potential of silkworm
cocoon extract (Bombyx mori Linnaeus, 1758) as an anti-inflammatory agent on
BALB/c strain mice (Mus musculus Linnaeus, 1758) induced by carrageenan. The
sericin extract from the cocoons was obtained using the Turkey Red Oil (TRO)
method, which involves boiling the cocoons in a TRO solution at 100°C.
This study utilized 60 eight-week-old mice, which were divided into six groups:
a positive control, a negative control, and treatment groups with doses of 50
mg/kg, 100 mg/kg, 200 mg/kg, and 400 mg/kg. Carrageenan was injected
intraperitoneally to induce inflammation, followed by the injection of the
cocoon extract after one hour. The inflammatory parameters measured included the
concentration of C-reactive Protein (CRP), infiltration of liver tissue, edema
of liver tissue, liver tissue damage, and the neutrophil-to-lymphocyte ratio in
the blood. The results of this study are expected to provide scientific
evidence on the potential of silkworm cocoon extract as a natural
anti-inflammatory agent and to contribute to the development of natural-based
therapies for the treatment of inflammatory diseases.
Kata Kunci : inflamasi, anti-inflamasi, serisin, karagenaan