LIPUTAN KRIMINAL: DILEMA ANTARA PROFESI DAN KEPENTINGAN MEDIA ?(Studi Kasus Wartawan Kriminal Kompas TV, TV One, dan MDTD Jawa Barat yang Meliput Isu Pembunuhan Vina dan Eky Cirebon 2024)
Silvy Dian Setiawan, Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini berangkat dari persoalan bagaimana wartawan kriminal televisi nasional, Kompas TV, TV One, dan MDTV Jawa Barat, menjalankan fungsinya dalam peliputan isu pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon yang kembali mencuat di 2024. Permasalahan utama terletak pada posisi ganda wartawan sebagai pelaku profesi yang dituntut menjaga kepentingan publik dan etika jurnalistik, sekaligus sebagai pelaku media yang terikat dengan kepentingan industri serta logika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wartawan menjalankan fungsinya dalam dua posisi tersebut, serta memahami perspektif mereka mengenai dinamika pemberitaan kasus Vina dan Eky. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga wartawan kriminal dari media yang diteliti, observasi terhadap produk berita, serta studi dokumen terkait. Kerangka konseptual penelitian ini mengacu pada konsep posisi wartawan sebagai pelaku profesi dan pelaku media (Siregar, 1990; Abrar, 2015), dengan turunannya fungsi sosial, informasi, publik, produksi, konsumen, dan komoditas. Hasil penelitian menunjukkan adanya negosiasi dan bahkan pertentangan dalam diri wartawan. Wartawan Kompas TV lebih menekankan dimensi hukum dan keadilan struktural, MDTV menonjolkan detail spasial dan konteks lokal, sementara TV One lebih terbuka terhadap wacana publik namun tetap menjaga prinsip verifikasi. Meski menghadapi tekanan industri dan kecenderungan sensasionalisme, para wartawan berusaha menyeimbangkan nilai etika profesi dengan tuntutan pasar. Hambatan terbesar mereka yakni minimnya akses informasi dari kepolisian, sehingga mendorong wartawan mengonstruksi realitas melalui sumber alternatif.
Kata kunci: Jurnalisme kriminal, pelaku profesi dan media, isu pembunuhan, paradigma konstruktivisme.
This study examines how crime journalists from national television networks—Kompas TV, TV One, and MDTV in West Java—carried out their functions in covering the resurfaced Vina and Eky murder case in Cirebon in 2024. The central problem lies in the dual position of journalists: as professionals who are expected to uphold the public interest and journalistic ethics, and as media actors bound by industrial demands and market logic. The aim of this research is to analyze how journalists navigate these dual positions and to understand their perspectives on the dynamics of reporting the Vina and Eky case. The study employs a constructivist paradigm with a qualitative approach and a case study method. Data were collected through in-depth interviews with three crime journalists from the selected media, observation of news products, and document analysis. The conceptual framework is based on the notion of journalists’ dual positions as professionals and media actors (Siregar, 1990; Abrar, 2015), which includes the dimensions of social function, information, public interest, production, consumer orientation, and commodification. Findings reveal that journalists experienced negotiations and even internal conflicts in fulfilling their roles. Kompas TV journalists emphasized legal dimensions and structural justice, MDTV highlighted spatial details and local contexts, while TV One engaged more with public discourse while maintaining verification principles. Despite facing industrial pressures and tendencies toward sensationalism, the journalists attempted to balance professional ethics with market demands. The greatest challenge they faced was limited access to police information, which compelled them to reconstruct reality using alternative sources.
Keywords: Crime journalism, profession and media roles, murder case, constructivist paradigm.
Kata Kunci : Crime journalism, profession and media roles, murder case, constructivist paradigm.