ANALISIS PENGETAHUAN PETANI TENTANG MULTIFUNGSI LAHAN SAWAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DI KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL
Rani Fajarina, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.; Prof. Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Lahan sawah memiliki fungsi yang bersifat multifungsi, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari produksi pangan hingga penyediaan jasa lingkungan seperti pengendalian banjir, pengaturan iklim mikro, dan perlindungan tanah. Konversi lahan sawah mengancam keberlanjutan fungsi-fungsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan petani tentang multifungsi lahan sawah, mengidentifikasi keinginan petani dalam melakukan alih fungsi lahan, serta menganalisis pengaruh pengetahuan tersebut terhadap keinginan alih fungsi di Kecamatan Sewon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada petani pemilik lahan sawah, serta data sekunder dari berbagai instansi terkait. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan petani dan keinginan mereka dalam mengalihfungsikan lahan sawah. Pengetahuan petani tentang multifungsi lahan sawah di kedua zona penelitian secara keseluruhan tergolong sedang. Pada lahan sawah di pinggir jalan, pengetahuan tergolong tinggi, sementara pada lahan bukan pinggir jalan tergolong sedang. Sebanyak 57% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap fungsi ekonomi lahan sawah, 24% sedang, dan 19% rendah. Pengetahuan ini dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, dan frekuensi penyuluhan. Keinginan petani untuk melakukan alih fungsi tergolong sedang, dengan persentase lebih tinggi di lahan pinggir jalan (36%) dibandingkan bukan pinggir jalan (18%). Alasan utama alih fungsi meliputi kebutuhan ekonomi, tempat tinggal, dan faktor pewarisan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan petani berpengaruh negatif terhadap keinginan alih fungsi. Nilai R Square sebesar 0,583 di lahan pinggir jalan dan 0,204 di lahan bukan pinggir jalan menunjukkan bahwa 58,3?n 20,4% variasi keinginan alih fungsi dapat dijelaskan oleh pengetahuan petani, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model regresi. Peningkatan pengetahuan petani terbukti penting dalam mendukung upaya perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Paddy fields serve multiple functions, both directly and indirectly, ranging from food production to the provision of ecosystem services such as flood control, microclimate regulation, and soil protection. The conversion of paddy fields threatens the sustainability of these functions. This study aims to examine farmers’ knowledge of the multifunctionality of paddy fields, identify their willingness to convert agricultural land, and analyze the influence of such knowledge on conversion intentions in Sewon District. This research employed a quantitative approach using primary data obtained through structured questionnaires distributed to land-owning farmers, along with secondary data from relevant institutions. A purposive sampling technique was used, and the number of respondents was determined using the Slovin formula. The data were analyzed using descriptive and inferential methods to examine the relationship between farmers' knowledge and their willingness to convert paddy land. The results indicate that farmers’ knowledge of the multifunctionality of paddy fields in both research zones is generally moderate. Knowledge is higher among those whose fields are located along roads, while it remains moderate in non-roadside areas. A total of 57% of respondents had a high level of knowledge regarding the economic functions of paddy fields, 24% had a moderate level, and 19% had a low level. This knowledge is influenced by factors such as age, education level, and participation in agricultural extension activities. The willingness to convert paddy fields was categorized as moderate, with a higher percentage among farmers in roadside areas (36%) compared to non-roadside areas (18%). Motivations for land conversion include economic needs, housing demands, and inheritance. Statistical analysis revealed a negative relationship between knowledge and willingness to convert land. The R Square value was 0.583 for roadside areas and 0.204 for non-roadside areas, indicating that 58.3% and 20.4% of the variance in conversion willingness can be explained by farmers' knowledge, while the remainder is influenced by other factors outside the regression model. These findings underscore the importance of enhancing farmers’ understanding of paddy field multifunctionality to support sustainable agricultural land protection.
Kata Kunci : multifungsi lahan sawah, alih fungsi lahan, pengetahuan petani, perlindungan lahan pertanian, Kecamatan Sewon