Laporkan Masalah

PENDEKATAN BIONOMIC PELAKU TRANSPORTASI PADA SISTEM JARINGAN JALAN

F.x. Pranoto Dirhan Putra, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.; Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.

2025 | Disertasi | S3 Geografi

Argumentasi pentingnya pola bionomik pelaku transpotasi adalah suatu pendekatan perilaku dan adaptasi sebagai inti pelaku transportasi terhadap kondisi pelayanan jaringan jalan. Metoda studi dilakukan dengan kuesioner di Pedukuhan Pandeyan, Kelurahan Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sampel 80 yang disusun dengan data rute perjalanan, moda perjalanan, cara berkomunikasi, pola bertransportasi, arus lalu lintas, kapasitas jalan, kecepatan arus kendaraan, derajat kejenuhan lalu lintas, waktu awal perjalanan, jenis kelamin, usia, pekerjaan, cara mendapatkan makanan, lokasi sumber makanan, frekuensi perjalanan yang sama seperti bekerja, asal kepala keluarga dan sebaran tempat keluarga asal. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa, pertama, responden mempunyai pola bionomik melalui adaptasi pemilihan rute ruas jalan dengan kepadatan tinggi, moda sepeda motor dan perioda waktu perjalanan antara pukul 12.00 – 13.00 dan pukul 17.00 – 18.00 untuk melakukan perjalanan menuju tempat penyedia bahan makanan dan pekerjaan. Kedua, interaksi perilaku transportasi dan lingkungan saling berpengaruh. Ketiga, hipotesis pertama terbukti bahwa responden beradaptasi dengan kondisi lalu lintas padat, kepadatan arus lalu lintas tinggi, kecepatan kendaraan rendah, biaya bahan bakar lebih banyak dan waktu perjalanan lebih lama. Keempat, hipotesis kedua terbukti bahwa berbagai karakter perilaku bertransportasi akan saling berpengaruh di jaringan jalan. Kelima, konstruksi invensi bionomik pelaku transportasi dapat dijadikan sebagai model pengembangan pelayanan suatu jaringan jalan dalam skala mikro untuk dapat dimanfaatkan sebagai suatu pendekatan baru dalam keilmuan dan pengambilan kebijakan dalam kerangka pemahaman lebih dalam tentang pelaku transportasi. Keenam, perumusan invensi konstruksi bionomik pelaku transportasi dalam skala dusun pada studi ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan penelitian ilmiah tentang geografi transportasi dalam konteks integrasi diagram presentasi bionomik pelaku transportasi. Saran studi ini, pertama, studi lebih lanjut penting untuk dilakukan terkait pada wilayah yang lebih luas dan beragam populasi. Kedua, konstruksi invensi pendekatam bionomik pelaku transportasi pada sistem jaringan jalan diharapkan dapat menyumbang eksistensi program pengembangan dan peningkatan ilmu geografi transportasi. Ketiga, aplikasi konstruksi invensi pendekatan bionomik pelaku transportasi pada sistem jaringan jalan dapat direpetisi setiap perioda waktu tertentu misalnya 5 atau 10 tahunan dengan maksud agar dinamika perubahan pola bionomik pada area terpilih dapat terevaluasi melalui media presentasi konstruksi pola bionomik pelaku transportasi pada sistem jaringan jalan.

 The bionomic characteristics of people in transportation is a behavioural and adaptation approach to the condition of road network services. The study method was carried out with a questionnaire in Pandeyan Sub-village, Condongcatur Village, Depok District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta Province. There were 80 samples compiled with data on travel routes, modes of travel, ways of communication, transportation patterns, traffic flow, road capacity, speed of vehicle flow, degree of traffic fullness, initial time of travel, gender, age, occupation, how to get food,  the location of the food source, the same frequency of travel as work, the origin of the head of the family and the origin of the family. The results of this study concluded that, first, the respondents had a bionomic pattern to travel to places that provide food and work through the choice adaptation of high-density road routes, motorcycle modes, and travel time periods between 12.00 – 13.00 and 17.00 – 18.00. Second, the interaction of transportation behaviour and the environment affect each other. Third, the first hypothesis is proven that respondents adapt to heavy traffic conditions, high traffic flow density, low vehicle speeds, more fuel costs and longer travel times. Fourth, the second hypothesis is proven that various transportation behaviour characters will affect each other on the road network. Fifth, the construction of bionomic inventions of transportation users can be applied as a model for development of a road network service on a micro scale as a new approach in science and policy-making based on understanding of transportation users. Sixth, the formulation of bionomic construction of transportation users at the scale of the sub-village in this study can contribute to the development of scientific research on transportation geography in the context of the integration of bionomic presentation diagrams of transportation users. The suggestion of this study is, first, that further studies are important to be carried out in relation to a wider area and diverse population. Second, the construction of bionomic approaches for transportation users in the road network system is expected to contribute to the existence of the development program and improve transportation geography. Third, the application of bionomic approach of transportation users in the road network system can be repeated every certain period of time, for example 5 or 10 years with the intention that the dynamics of bionomic pattern changes in the selected area can be evaluated through the medium of presentation of the construction of bionomic patterns of transportation users.

Kata Kunci : adaptasi, bionomik, lalu lintas, pelaku transportasi, perilaku (adaptation, bionomic, traffic, transport users, behaviour)

  1. S3-2025-435343-abstract.pdf  
  2. S3-2025-435343-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-435343-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-435343-title.pdf