Laporkan Masalah

Hubungan Beberapa Faktor Risiko Pada Ibu dan Anak Dengan Kejadian Retardasi Mental

Widi Atmoko, dr. Sunartini, Ph.D., SpAK ; dr. M. Mansyur Romi, SU

1998 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Retardasi Mental atau Keterbelkangan Mental merupakan problem multi-rasionil yang menyangkut aspek medik, psikologi, pendidikan, perawatan dan sosial. Di Indonesia neburut Catryn terdapat prevalensi sebesar 3%. Pada penelitian di komunitas pada orang dewasa terdapat prevalensi sebesar 1,89%. Peneltian tentang retardasi mental sangat penting, karena menyangkut kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan rancangan kasus pembanding (case-control). Pengambilan data dengan membagikan kuesioner kepada orang tua anak. Subyek penelitian untuk kasus berjumlah 78 anak, diambil dari anak-anakl yang dengan retardasi mental yang bersekolah di SLB bagian C Mendungan dan untuk kontrol abak SDN Catur Tunggal I, Depok, Sleman berjumlah 51. Dta yang diperoleh dianalisis dengan komputer program EpiInfo 6.0. Hasil penelitian, faktor resiko yang bermakna terhadap kejadian retardasi mental yaitu faktor pada ibu yakni, umur ibu <20 dan >30 tahun (OR=2,90), serta ibu yang mempunyai kelainan saat kehamilan/persalinan (OR=3,88) dan faktor pada anak, anak yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram (OR=2,58). Sedangkan faktor proses persalinan, lama persalinan, urutan kelahiran, dan umur kehamilan saat anak dilahirkan tidak mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian retardasi mental. Untuk itu disarankan ibu yang telah tua dan mempunyai kelainan untuk memikirkan kembali bila menginginkan anak lagi dan perlunya pemeriksaan ibu waktu hamil dengan teratur.

Kata Kunci : Retardasi mental

  1. S1-FKU-1998-Widiatmoko-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1998-Widiatmoko-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1998-Widiatmoko-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1998-Widiatmoko-Title.pdf