KESIAPSIAGAAN DAN PEMANTAPAN OPERASIONAL TUGAS PENANGGULANGAN BENCANA ALAM BANJIR GUNA MENDUKUNG KETAHANAN WILAYAH DKI JAKARTA (Studi di Kodam Jaya/Jayakarta)
Osmar Silalahi, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si ; Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si
2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapsiagaan dan kemantapan operasional Kodam Jaya dalam penanggulangan bencana alam banjir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), serta dampaknya terhadap ketahanan wilayah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan tugas penanggulangan bencana banjir. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara induktif, mengkategorikan informasi berdasarkan tema-tema yang muncul untuk menghasilkan kesimpulan yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Selain itu, teknik triangulasi diterapkan untuk meningkatkan validitas hasil analisis dengan menggabungkan berbagai sumber data, seperti panduan wawancara, observasi langsung, dan dokumen resmi terkait, memastikan bahwa analisis mencerminkan realitas di lapangan secara akurat dan komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodam Jaya telah melaksanakan kesiapsiagaan yang maksimal pada tiga fase penanggulangan bencana: pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Pada tahap prabencana, Kodam Jaya bekerja sama dengan Forkopimda dan dinas terkait, serta membentuk Satuan Tugas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Satgas PRC-PB). Kesiapsiagaan ini juga mencakup penambahan personil di seluruh jajaran Kodam Jaya, yang membantu masyarakat dalam mempersiapkan dan merespons bencana banjir. Selain itu, Kodam Jaya memperkuat kemantapan operasional dengan menambah berbagai materiil, seperti kendaraan angkutan personil, ambulans, perahu karet, dan peralatan lapangan lainnya. Dampak dari kesiapsiagaan ini terbukti dalam peningkatan ketahanan wilayah DKI Jakarta dalam menghadapi bencana banjir.
Rekomendasi yang dihasilkan antara lain adalah perlunya Kodam Jaya meningkatkan peralatan dan perlengkapan dalam penanggulangan bencana banjir dengan menyarankan secara berjenjang tentang perlunya dana kontigensi yang setiap saat dapat digunakan berdasarkan situasi dan kondisi nyata yang terjadi di wilayah Kodam Jaya yang membutuhkan kesiapan dan kehadiran personel dalam melaksanakan penanggulangan bencana yang telah dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup memadai sehingga pelaksanaan penanggulangan bencana banjir dapat berjalan dengan optimal tanpa harus menunggu ketersedian anggaran dari BNPB atau BPBD DKI Jakarta. Selain itu, disarankan agar Kodam Jaya membentuk tim khusus untuk studi kelayakan dan pengembangan ketahanan wilayah, bekerja sama dengan kementerian atau dinas terkait, serta mempelajari kesiapsiagaan negara lain dalam penanggulangan bencana. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana dan memperkuat ketahanan wilayah DKI Jakarta terhadap bencana banjir di masa depan.
This study aims to evaluate the preparedness and operational stability of Kodam Jaya in flood disaster management in the Special Capital Region of Jakarta (DKI Jakarta), as well as its impact on regional resilience. The method used is a descriptive analytical qualitative research approach, with data collection through interviews, observations, and documentation studies related to the implementation of flood disaster management tasks. The collected data were then analyzed inductively by categorizing the information based on emerging themes to draw relevant conclusions regarding the issues under investigation. Additionally, triangulation techniques were applied to enhance the validity of the analysis by combining various data sources, such as interview guides, direct observations, and related official documents, ensuring that the analysis reflects the reality on the ground accurately and comprehensively.
The results of the study show that Kodam Jaya has maximized its preparedness in all three phases of disaster management: pre-disaster, during the disaster, and post-disaster. During the pre-disaster phase, Kodam Jaya cooperates with Forkopimda and related agencies, and has established a Rapid Response Force Task Force for Disaster Management (Satgas PRC-PB). This preparedness also includes the addition of personnel across all Kodam Jaya units, helping the community prepare for and respond to flood disasters. Furthermore, Kodam Jaya has strengthened operational stability by adding various equipment, such as personnel transport vehicles, ambulances, rubber boats, and other field equipment. The impact of this preparedness is evident in the improved regional resilience of DKI Jakarta in facing flood disasters.
The recommendations from this study include the need to enhance cooperation with private sector entities, particularly through Corporate Social Responsibility (CSR) programs, to strengthen lacking equipment and replace outdated facilities. Additionally, it is recommended that Kodam Jaya establish a special team for feasibility studies and the development of regional resilience, in collaboration with related ministries or agencies, and study the preparedness of other countries in disaster management. This is expected to improve disaster management effectiveness and strengthen the resilience of DKI Jakarta against future flood disasters.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan dan Kemantapan Operasional Penanggulangan Bencana, Ketahanan Wilayah, Kodam Jaya