Efek Antiinflamasi Seduhan Daun Kemengi (Ocimum Sanctum L) Pada Tikus Putih
I Gede Pastika, dr. Setyo Purwono, M.Kes
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDunia kedokteran dan farmasi berkembang begitu pesat, sehingga berbagai jenis obat dapat disintesa untuk keperluan pengobatan. Namun demikian obat tradisional masih memiliki peran dalam masyarakat dalam menanggulangi berbagai penyakit, dan dipakai secara luas. Kemangi (Ocimum Sanctum L) merupakan tanaman obat tradisional yang dipakai untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk mengobati radang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek seduhan daun kemangi sebagai obat antiintlamasi. Penelitian ini menggunakan rancangan sama subyek dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 12 ekor. Setiap subyek mendapat 5 jenis perlakuan dengan washed out periode 2 minggu. antar perlakuan. Perlakuan I diberi garam fisiologis , perlakuan II diberi seduhan daun kemangi dosis 3,21 gr/Kg BB, perlakuan III diberi seduhan daun kemangi dosis 12,84 gr/Kg BB, perlakuan IV diberi seduhan daun kemangi dosis 51,36 gr/Kg BB dan perlakuan V diberi fenilbutazon dosisll,43 mg/KgBB. Untuk menghasilkan udem , dilakukan penyuntikan karagenin secara subkutan pada telapak kaki belakang tikus putih. Efek antiinflamasi ditentukan berdasarkan kemampuan menghambat dan mengurangi pembengkakan. Untuk mengetahui efek antiintlamasi dari masing-masing perlakuan dilakukan uji ANAVA satu jalan yang dilanjutkan dengan Uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa seduhan daun kemangi dapat menghambat pembengkakan, semakin tinggi dosis seduhan daun kemangi semakin kuat efeknya. Di samping itu tersebut, seduhan daun kemangi dapat mengurangi udem, tetapi efeknya tidak dipengaruhi dosis pemberian.
Kata Kunci : Seduhan Daun Kemangi, Antiinflamasi