Laporkan Masalah

Komunikasi Dialogis Masyatakat dalam Konflik Agraria (Studi Etnografi Sangketa Tanah Gili Trawangan)

Ainul Marisa, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.IP., M.A.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pemaknaan konflik agraria dan bagaimana masyarakat meresponnya melalui komunikasi dialogis. Latar belakang penelitian ini adalah konflik agraria di Gili Trawangan yang tidak hanya berdimensi hukum kepemilikan tanah, tetapi juga menyangkut makna tanah sebagai identitas, ruang hidup, dan simbol kebersamaan masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi dialogis Paulo Freire yang menekankan conscientização atau kesadaran kritis dan praxis sebagai refleksi dan tindakan. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan teknik observasi nonpartisipan dan wawancara mendalam. Penelitian ini menggambarkan dinamika dialog dalam konflik sengketa tanah dari perspektif masyarakat Gili Trawangan, di mana komunikasi dialogis memungkinkan mereka merefleksikan posisi di tengah konflik, menumbuhkan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan, serta mengarahkan pada tindakan kolektif. Pemaknaan masyarakat terhadap tanah yang terbentuk melalui pengalaman hidup, dialog berkelanjutan, dan pemaknaan ulang yang kemudian membingkai pemaknaan masyarakat terhadap konflik sebagai ancaman bagi identitas sosial, budaya serta historis masyarakat Gili Trawangan. Adapun dua ruang dialog yang dijalankan masyarakat, yaitu dialog formal berupa musyawarah dan dialog informal yang berlangsung dalam percakapan sehari-hari. Kedua ruang dialog tersebut menjadi wadah refleksi yang membentuk makna kolektif, yang pada gilirannya memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjadi dasar praxis berupa tindakan nyata, seperti musyawarah, penolakan praktik yang merugikan, hingga aksi mempertahankan tanah. 

Kata Kunci: Komunikasi dialogis, konflik agraria, pemaknaan, masyarakat Gili Trawangan. 

This study explores the meaning of agrarian conflict and how the community responds through dialogic communication. The background of this research is the agrarian conflict in Gili Trawangan, which involves not only the legal dimension of land ownership but also the meaning of land as identity, living space, and a symbol of collective belonging. Guided by Paulo Freire’s dialogic communication theory, which emphasizes conscientização (critical consciousness) and praxis (reflection and action), this study employs an ethnographic method with non-participant observation and in depth interviews to capture everyday communication practices. The findings highlight the dynamics of dialogue in land disputes from the perspective of the Gili Trawangan community. Dialogic communication enables them to reflect on their position within the conflict, develop critical awareness of injustice, and mobilize collective action. Land is not understood in abstract terms but through lived experiences, ongoing dialogue, and reinterpretation. Two dialogic spaces emerge, formal dialogue through community deliberations and informal dialogue in daily conversations. These dialogic spaces serve as arenas of reflection that construct collective meaning, reinforcing solidarity and forming the basis of praxis in concrete actions such as deliberations, resistance against exploitative practices, and collective efforts to defend the land 


Kata Kunci : Komunikasi dialogis, konflik agraria, pemaknaan, masyarakat Gili Trawangan.

  1. S2-2025-510033-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510033-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510033-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510033-title.pdf