Laporkan Masalah

Madurese Family Strength: Makna Ketahanan Psikologis Keluarga di Permukiman Tanean Lanjhang

Zabrina Mahardika Putri, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Ketahanan psikologis keluarga di Indonesia dipengaruhi oleh konteks budaya dan keragaman suku, termasuk pada suku Madura dengan permukiman tanean lanjhang. Nilai dan tradisi yang dijalankan di permukiman ini mencerminkan ketahanan psikologis keluarga, namun modernisasi dan perkembangan teknologi menimbulkan tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna ketahanan psikologis keluarga dalam menghadapi modernisasi dan perkembangan teknologi di permukiman tanean lanjhang, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Partisipan berjumlah delapan orang dari empat keluarga yang berusia minimal 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan psikologis keluarga terbentuk melalui pemaknaan tradisi sebagai wujud menjaga ketahanan psikologis, pentingnya makna relasi dan religiusitas, serta pandangan terhadap modernisasi dan perkembangan teknologi. Temuan juga menyoroti kesiapan keluarga untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi modernisasi dan perkembangan teknologi.

Family psychological resilience in Indonesia is influenced by cultural context and ethnic diversity, including the Madurese ethnic group, which inhabits the tanean lanjhang settlements. The values and traditions practiced in this settlement reflect family psychological resilience, yet modernization and technological development present challenges. This study aims to explore the meaning of family psychological resilience in facing modernization and technological development within the tanean lanjhang settlement, using a qualitative method with an interpretative phenomenological approach. Participants consisted of eight individuals from four families, each aged at least 40 years. The findings indicate that family psychological resilience in the tanean lanjhang settlement is constructed through the meaning of tradition as a form of maintaining psychological resilience, the significance of relational and religious meanings, and perspectives on modernization and technological development. The results also highlight families’ readiness to adapt to modernization and technological development.

Kata Kunci : Ketahanan Psikologis Keluarga, Permukiman Tanean Lanjhang, Modernisasi, Perkembangan Teknologi, Family Psychological Resilience, Tanean Lanjhang Settlement, Modernization, Technological Development

  1. S1-2025-479141-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479141-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479141-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479141-title.pdf