Laporkan Masalah

Frekuensi Skizofrenia Di LaboratoriumKedokteran Jiwa RSUP Dr. Sardjito Tahun 1992-1994

Parlopi, dr. Soemarno, Ws., Ph.D. ; drh. Sitti Rahmah, U. SU

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Penelitian ini ditegakkan berdasarkan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa II. Permasalahan pada penelitian ini adalah berapakah besarnya frekuensi skizofrenia di Laboratorium Kedokteran Jiwa RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta? Jumlah penderita gangguan jiwa di Laboratorium Kedokteran Jiwa RSUP Dr. Sardjito pada tahun 1992-1994 adalah 852 orang. Pada penelitian ini didapatkan frekuensi skizofrenia pada tahun 1992-1994 adalah 520 orang (61%). Frekuensi tipe residual 23,85%, tipe tak tergolongkan 22,5%, gangguan skizoafektif 22,11%, ganggian skizofreniform 17,31%, tipe gangguan skizofrenia lainnya 5%, tipe paranoid 4,42%, tipt katatonik 3, 85%, tipe hebefrenik 0,77%, tipe laten 0,19%. Penelitian sizofrenia yang ada, ada riwayat penyakit keluarga 31,15% dan tidak ada riwayat penyalit keluarga 68,85%. Penderita skizofrenia lebih tinggi pada status sosial ekonomi rendah/tidak cukup 55% dan status sosial ekonomi cukup 45%. Urutan frekuensi skizofrenia berdasarkan pendidikan yaitu: frekuensi penderita skizofrenia tidak sekolah 1,92%, SD 22,12%, SMP/sederajat 21,35%, SMA/sederajat 35,19%, perguruan tinggi 19,42%. Penderita sizofrenia terbanyak pada kelompok tidak kawin 75%m sedang pada kelompok kawin 25%. Dengan melihat tingginya frekuensi skizofrenia khususnya dan kasus psikiatrik lainnya pada umumnya, yang dapat mengakibatkan tidak dapat berfungsi sosial maka perlu pencegahan melalui kerja sama inter/transektoral, interdisipliner serta pengenalan dini dan pengobatan dini dari kasus-kasus psikiatrik melalui kegiatan integrasi kesehtan jiwa ke dalam puskesmas dan RSU sebagai bagian dari kedokteran jiwa masyarakat.

Kata Kunci : Skizofrenia

  1. S1-FKU-1997-Parlopi-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1997-Parlopi-Conclusion1.pdf  
  3. S1-FKU-1997-Parlopi-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1997-Parlopi-Title.pdf