Eksplorasi Pemanfaatan Unit Layanan Health Promoting University: Studi Kasus Klinik Sehati, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
Bintang Kasih Yanti S, Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D.; Dr. Fitrina M. Kusumaningrum, SKM., MPH.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Kesehatan dan kesejahteraan sivitas kampus merupakan hal penting bagi terciptanya lingkungan pembelajaran produktif. Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengadopsi konsep Health Promoting University (HPU) untuk memperkuat kesehatan komunitas kampus melalui program promotif-preventif. Pada tahun 2023 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) mendirikan Klinik Sehati yang menyediakan layanan konsultasi kesehatan. Namun, pemanfaatan layanan di klinik masih belum optimal, ditunjukkan dengan rendahnya kunjungan mahasiswa.
Tujuan: Mengeksplorasi aspek-aspek yang berperan terhadap pemanfaatan layanan konsultasi kesehatan di Klinik Sehati oleh mahasiswa FK-KMK UGM berdasarkan Model Andersen.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, telaah dokumen, wawancara mendalam terhadap 6 pemberi layanan dan 4 mahasiswa, serta 2 Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dengan mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan teknik pattern matching and explanation building, menggunakan Atlas.ti sebagai perangkat pengorganisasian kode.
Hasil: Aspek yang berperan terhadap pemanfaatan layanan Klinik Sehati meliputi faktor pendukung berupa akses yang mudah, dukungan sosial kampus, kualitas SDM dan fasilitas, serta jenis layanan konsultasi yang tersedia. Sementara itu, hambatan muncul dari persepsi risiko mahasiswa yang rendah, keterbatasan informasi dan promosi, mekanisme pendaftaran dan jam operasional yang kurang fleksibel, ketiadaan sistem tindak lanjut pasca-konsultasi, keterbatasan SDM dan peran ambasador, cakupan layanan dan minimnya kolaborasi promosi.
Kesimpulan: Klinik Sehati memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan sivitas kampus. Optimalisasi dapat dilakukan melalui penguatan strategi promosi dan edukasi, sistem layanan yang lebih fleksibel dan terintegrasi, penambahan sumber daya, serta dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas pokja HPU untuk memastikan efektivitas dan pemanfaatan layanan promotif-preventif.
Background: The health and well-being of the campus community is essential for creating a productive learning environment. Universitas Gadjah Mada (UGM) has adopted the Health Promoting University (HPU) concept to strengthen campus community health through promotive-preventive programs. In 2023, the Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing (FK-KMK) established Klinik Sehati, which provides health consultation services. However, service utilization at the clinic remains suboptimal, as evidenced by low student visits.
Objective: To explore aspects that influence the utilization of health consultation services at Klinik Sehati by FK-KMK UGM students based on the Andersen Model.
Methods: This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, document review, in-depth interviews with 6 service providers and 4 students, and 2 Focus Group Discussions (FGDs) with students.
Results: Aspects influencing Klinik Sehati service utilization included supporting factors such as access, campus social support, quality of human resources and facilities, and available consultation service types. Meanwhile, barriers emerged from students' low risk perception, limited information and promotion, inflexible registration mechanisms and operating hours, absence of post-consultation follow-up systems, limited human resources and ambassador roles, service coverage limitations, and minimal promotional collaboration.
Conclusion: Klinik Sehati has great potential in supporting campus community health. Optimization can be achieved through strengthening promotion and education strategies, more flexible and integrated service systems, additional resources, and policy support and cross-HPU working group collaboration to ensure effectiveness and utilization of promotive-preventive services.
Kata Kunci : Health Promoting University, Pemanfaatan Layanan Kesehatan, Model Andersen, Konsultasi Kesehatan