Laporkan Masalah

Mekanisme pelaksanaan dan penegakan hak cipta atas Performing Rights lagu berdasarkan UUHC Nomor 19 Tahun 2002 di DIY

FITRIYANTI, Fadia, Nugroho Amien Setijarto, SH.,MSi

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan hak cipta atas performing rights lagu di DIY dan untuk mengetahui mekanisme penegakan hukum atas pelanggaran hak cipta atas performing rights lagu di DIY, serta untuk mengetahui peran dari KCI (Karya Cipta Indonesia) Yogyakarta dalam rangka pelaksanaan dan penegakan hak cipta atas performing rights lagu di DIY. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif.Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara studi kepustakaan. Responden ditentukan menggunakan metode Non Probabilitas dengan cara pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Responden berjumlah 4 orang sedangkan wawancara dilakukan terhadap 1 orang narasumber Hasil penelitian menunjukkan bahwa YKCI mendapatkan kuasa dari pencipta lagu yang menjadi peserta KCI untuk melaksanakan Hak Cipta atas Performing Rights Lagu di Indonesia. User (pihak pemakai) yang memutar kaset lagu / musik untuk tujuan komersial akan dikenakan royalti.. Pemberian ijin kepada pihak pemakai (users), KCI membuat perjanjian standar berupa Perjanjian Lisensi Pengumuman Musik yang berlaku satu tahun dan diperpanjang secara otomatis pada tanggal dan bulan yang sama tiap tahun berikutnya. Royalti yang terkumpul selanjutnya setelah dipotong pajak, biaya administrasi,sewa gedung dan dana operasional oleh YKCI setiap tahun dibagikan kepada para pencipta atau ahli waris pencipta yang menjadi peserta KCI yang ada di Indonesia dan luar negeri, berdasarkan prestasi dan banyaknya lagu yang diputar para user.Penegakan Hukum Pelanggaran Hak Cipta atas Performing Rights Pencipta Lagu dalam Prakteknya di DIY berdasarkan penelitian dilapangan ,tindakan yang dilakukan barulah sebatas sosialisasi saja, belum ada kasus pelanggaran hak cipta terhadap performing rights ini yang telah sidangkan di Yogyakarta.Peran KCI (Karya Cipta Indonesia) Yogyakarta dalam Rangka Pelaksanaan dan Penegakan Hak Cipta atas Performing Rights Pencipta Lagu di DIY,berdasarkan penelitian dilapangan ternyata YKCI cabang Yogyakarta ini belum berperan aktif seperti halnya YKCI pusat.

The objectives of this research are to investigate the implementation of copy rights over song performing rights in Yogyakarta Special Province, to investigate mechanism for law enforcement against infringement of copy rights over song performing rights in DIY, and to investigate role of the KCI (Karya Cipta Indonesia) Yogyakarta in the implementation and enforcement of copy rights over song performing rights in Yogyakarta. The research belongs to juridical and normative category. It used primary and secondary data. Primary data were obtained through questionnaire and interview while secondary data were obtained from library research. It determined 4 respondents in non probability method by means of purposive sampling. The research used only 1 resource person. The research results show that YKCI obtains an authority from song writers which become KCI members in order to carry out the copy rights over song performing rights in Indonesia. Users who play a song/music for commercial purposes are subject to royalty. Giving a permission to users, KCI writes a standard agreement in the format of a license for announcing music, which is valid for one year period and will automatically be renewed on the same date and month of the following year every year. Some amount of the royalty will be used for paying administration fee, building rent, and operational cost by YKCI and the rest will be divided to song writers or beneficiary registered in KCI either in Indonesia or overseas according to the achievement or frequency of playing by users. In practice, law enforcement against infringement of copy rights over song performing rights in Yogyakarta is restricted only to socialization. So far, there has not been any case of copy rights infringement tried in the court in Yogyakarta. KCI ( Karya Cipta Indonesia) Yogyakarta has not played an active role in the implementation and enforcement of copy rights over performing rights of song writers in DIY, different from the Central YKCI.

Kata Kunci : UUHC No19 Tahun 2002,Ciptaan Atas Lagu,Performing Right, Implementation and Enforcement of performing rights, song creation.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.