Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Rumah Tangga Gula Kelapa di Kapanewon Kokap Kabupaten Kulon Progo
Arvinda Ayu Pradevi, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Agroindustri gula kelapa menjadi sumber mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat di Kapanewon Kokap yang menghasilkan nilai tambah. Nilai tambah berperan dalam peningkatan pendapatan menyarakat dan pembangunan ekonomi wilayah. Agroindustri gula kelapa di Kapanewon Kokap berpotensi untuk dikembangkan, tetapi agroindustri ini dihadapkan berbagai kendala baik dari internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai tambah yang dihasilkan agroindustri gula kelapa, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai tambah gula kelapa, dan merumuskan strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kapanewon Kokap. Sampel penelitian terdiri atas 3 responden ahli dan 100 pengrajin gula kelapa yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode Hayami untuk mengkaji nilai tambah, analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai tambah gula kelapa, dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri gula kelapa di Kapanewon Kokap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri gula kelapa di Kapanewon Kokap menghasilkan nilai tambah yang tergolong sedang sebesar Rp 2.085,11 per liter nira. Berdasarkan analisis regresi faktor-faktor yang memengaruhi nilai tambah, pengrajin gula kelapa yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan memiliki legalitas usaha menghasilkan nilai tambah gula kelapa yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengrajin gula kelapa yang tidak mengikuti kegiatan penyuluhan dan belum memiliki legalitas usaha, sedangkan pengrajin gula kelapa yang terlibat dalam sistem ijon menghasilkan nilai tambah yang lebih rendah dibandingkan dengan pengrajin gula kelapa yang tidak terlibat dalam sitem ijon. Strategi yang tepat dalam pengembangan agroindustri gula kelapa di Kapanewon Kokap adalah strategi Strength-Opportunities (SO) yaitu dengan ekspansi pasar melalui digital marketing dan branding berbasis keunikan produk lokal, diversifikasi produk turunan dari gula kelapa, peningkatan kapasitas produksi gula kelapa, dan penguatan kelembagaan usaha untuk mendorong kolaborasi antara pengrajin gula kelapa dengan lembaga perlindungan sosial untuk menjaga keberlanjutan penderes nira.
The coconut sugar agroindustry is the main source of livelihood for most people in Kapanewon Kokap, generating added value. Added value plays a role in increasing community income and regional economic development. The coconut sugar agroindustry in Kapanewon Kokap has the potential for development, but it faces various challenges, both internal and external. The objective of this study is to examine the value added generated by the coconut sugar agroindustry, analyze the factors influencing coconut sugar value added, and formulate strategies for developing the coconut sugar agroindustry in Kapanewon Kokap. The research sample consisted of 3 expert respondents and 100 coconut sugar craftsmen selected using purposive sampling. The analysis methods used were the Hayami method to assess added value, multiple linear regression analysis to analyze the factors influencing coconut sugar added value, and SWOT analysis to formulate development strategies for the coconut sugar agroindustry in Kokap Sub-district. The research results indicate that the coconut sugar agroindustry in Kapanewon Kokap generates moderate added value of Rp 2,085.11 per liter of coconut sap. Based on the regression analysis of factors affecting added value, coconut sugar producers who participated in extension activities and had business licenses generated higher added value for coconut sugar compared to coconut sugar producers who did not participate in extension activities and did not have business licenses, while coconut sugar producers involved in the ijon system generated lower added value compared to coconut sugar producers who were not involved in the ijon system. The appropriate strategy for developing the coconut sugar agroindustry in Kapanewon Kokap is the Strength-Opportunities (SO) strategy, which involves market expansion through digital marketing and branding based on the uniqueness of local products, diversification of coconut sugar-based derivative products, increasing coconut sugar production capacity, and strengthening business institutions to encourage collaboration between coconut sugar artisans and social protection agencies to ensure the sustainability of coconut sap harvesting.
Kata Kunci : gula kelapa, Kapanewon Kokap, Metode Hayami, nilai tambah, regresi linear berganda, strategi pengembangan